Pemko Pekanbaru Imbau Tempat Hiburan Tidak Beroperasi pada Malam Takbiran Idul Adha

  • Whatsapp
Ilustrasi tempat hiburan.(Internet)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Seluruh tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru diimbau untuk tidak beroperasi pada Kamis (30/7) malam ini. Itu mengingat umat Muslim akan merayakan Idul Adha pada keesokan harinya.

Disampaikan Burhan Guning, warga Kota Pekanbaru diharapkan terus menjaga kondusifitas yang selama ini telah terjaga dengan baik. Salah satunya dengan saling menghormati dan toleransi. Apalagi umat Muslim akan merayakan Idul Adha.

“Mari kita saling menjaga lah, toleran. Besok kan Idul Adha, kita harapkan suasana kondusifitas di hari raya ini,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Pekanbaru itu, Kamis siang.

Imbauan itu, kata dia, berlaku secara umum, termasuk untuk pengelola tempat hiburan malam yang ada di Kota Bertuah. “Tempat-tempat hiburan itu juga ikutilah aturan, saling menghargai, saling menghormati, toleransi antar umat beragama,” sebut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru itu.

Saat disinggung, apakah Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru ada mengeluarkan edaran terkait hal itu, Gurning mengatakan tidak ada. Kendati begitu, dia meyakini masyarakat Kota Pekanbaru akan bijak menyikapi hal ini.

“Kalau edaran khusus memang tak ada. Saya rasa masyarakat Pekanbaru kan harus arif bijak lah menyikapi, ini hari apa. Jangan sama kan semua hari seperti tak ada batas,” tutup dia menegaskan.

Sebelumnya, Kepala Bagian (Kabag) Humas Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman mengatakan, Pemko Pekanbaru mengizinkan pelaksanaan salat Idul Adha di lapangan terbuka atau di masjid. Namun dia melarang masyarakat menggelar pawai takbir keliling.

“Wali Kota Pekanbaru telah mengeluarkan surat edaran (SE) 9 Juli 2020 tentang penyelenggaraan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban 1441 H/2020 M menuju masyarakat produktif dan aman COVID-19,” ujar Irba belum lama ini.

Irba menjelaskan pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan di semua tempat dengan syarat menerapkan protokol kesehatan.

“Melakukan pembersihan dan disinfektan di area tempat pelaksanaan. Harus disediakan fasilitas cuci tangan, sabun, hand sanitizer di pintu masuk tempat pelaksanaan salat Idul Adha. Harus menyediakan alat pengecekan suhu tubuh,” kata Irba.

Dalam pelaksanaan salat berjemaah, warga diminta memberi jarak minimal satu meter. Pelaksanaan khotbah juga diminta dipersingkat tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya.

“Tidak mewadahi sumbangan jemaah dengan cara menjalankan kotak infak, karena berpindah-pindah tangan rawan terhadap penularan penyakit,” sebut dia.

“Untuk takbiran dengan cara berkeliling dari satu wilayah ke wilayah lain tidak dibenarkan. Takbiran hanya diizinkan di masjid,” tandas Irba.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait