Kejati Dalami Dugaan Korupsi Proyek di RSJ Tampan

  • Whatsapp
RS Jiwa Tampan.(Internet)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Sejumlah kegiatan pembangunan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan disinyalir ada penyimpangan. Guna memastikan hal itu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau akan mendalaminya.

Adanya aroma penyimpangan itu telah dilaporkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ke Korps Adhyaksa. Tak tanggung-tanggung, ada 2 laporan yang diterima Kejati Riau.

“Kami menerima laporan dari LSM terkait (pembangunan) di RSJ Tampan, Pekanbaru. Katanya ada indikasi korupsi. Itu tidak menutup kemungkinan kami akan memeriksa,” tegas Kepala Kejati (Kajati) Riau Mia Amiati belum lama ini.

Terhadap laporan itu, kata Kajati, pihaknya telah menindaklanjuti. Saat ini, Bidang Intelijen dan Bidang Pidana Khusus (Pidsus) tengah melakukan penelaahan dan pengumpulan data terkait perkara yang dilaporkan itu.

“Jika hasil telaah nanti ditemukan ada indikasi (korupsi), meskipun pelaksanaanya mendapatkan pendampingan, bakal tetap ditindaklanjuti,” tegas mantan Wakajati Riau itu.

“Saat ini, kami masih menunggu hasil telaahannya,” sambungnya.

Ditegaskan Kajati, meskipun pengerjaan proyek yang dilaporkan itu mendapatkan pengawalan dan pendampingan dari Kejaksaan, jika ditemukan ada penyimpangan, pihaknya akan tetap mengusutnya.

“Kalau tak salah saya, ada dua laporan yang masuk. Setiap laporan itu kami tindaklanjuti,” pungkas Mia.

Dari informasi yang dihimpun, ada sejumlah kegiatan di organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau itu, yang terindikasi rasuah. Di antaranya pekerjaan pembangunan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) senilai Rp28.227.362.000.

Pengerjaan proyek itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau Tahun Anggaran (TA) 2017.

Dalam pelaksanaannya ditemukan item-item kegiatan yang dinilai tidak sesuai dengan konstruksi dan perencanaan. Seperti, kondisi bangunan yang seharusnya dikerjakan dengan volume tiga lantai dari nilai kontrak sebesar Rp28,2 miliar, masih belum rampung.

Lalu, pada lantai dua banguan yang telah selesai dilakukan pengerjaannya oleh rekanan kontraktor, ditemukan ada yang sudah retak dan rusak. Sementara, pengguna anggaran telah melunasi pembayaran nilai proyek 100 persen.

Berikutnya, temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Riau terkait kelebihan bayar proyek pembangunan Poliklinik RSJ Tampan Riau tahun 2018 senilai Rp1,1 miliar. Hal ini, berdasarkan LHP BPK Nomor 22.A/LHP/XVIII.PEK/05/2019 tertanggal 17 Mei 2019.

Proyek Poliklinik yang dibangun PT Marabuntha Ciptalaksana dengan anggaran Rp32.756.651.000. Terhadap kelebihan bayar itu harus dikembalikan paling lambat 60 hari setelah keluarnya LHK BPK. Apakah hal itu telah dilaksanakan, hal itu hingga kini belum terkonfirmasi.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait