Kejati Apresiasi Kinerja Pidsus Kejari Pelalawan

  • Whatsapp
Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau, Hilman Azazi.(Intenet)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Baru-baru ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan menetapkan tersangka dua perkara dugaan korupsi yang ditanganinya. Langkah itu mendapat apresiasi dan dukungan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Adapun perkara dimaksud adalah dugaan korupsi kegiatan belanja bahan bakar minyak/gas dan pelumas pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2015 dan 2016.

Pengusutan diketahui sudah dilakukan sejak medio Oktober 2019 lalu. Sempat berjalan lamban, namun Kejari Pelalawan mampu melanjutkan penanganan perkara, hingga akhirnya menetapkan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) berinisial MY sebagai tersangka.

Tersangka MY diduga melakukan penggelembungan harga dan penggunaan bukti pertanggungjawaban yang tidak benar. Hal itu menimbulkan kerugian keuangan negara mencapai Rp2 miliar.

Sementara perkara kedua yang ditangani institusi yang dikomandani Nophy Tennophero Suoth itu adalah dugaan korupsi pada penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Sungai Upih, Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan Tahun Anggaran (TA) 2018.

Dalam pengusutan yang dimulai sejak Maret 2020 itu, ditemukan banyak kegiatan yang tidak selesai dan tidak terlaksana. Hal ini disinyalir menimbulkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp900 juta.

Penetapan tersangka keduanya dilakukan setelah penyidik pada Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan melakukan gelar perkara pada Kamis (9/7) kemarin.

Baik MY maupun Hu, dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Proses hukum yang dilakukan jajaran Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan itu mendapat dukungan dari Kejati Riau. Hal itu seperti disampaikan Asisten Pidsus (Aspidsus) Hilman Azazi, Kamis (23/7).

“Kita mendukung kinerja Kejari Pelalawan dalam penanganan kasus-kasus itu. Apa yang telah dilakukan, penetapan tersangka, sudah pas sudah cocok,” ujar mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) itu.

Dia meyakini, seluruh rangkaian proses penanganan perkara dilakukan secara baik dan profesional. Penyidik, kata dia, selalu berkoordinasi dengan pihaknya di Kejati Riau.

“Mereka selalu berkoordinasi dan melaporkan perkembangan,” sebut Hilman.

“Kita di sini tetap memantau perkembangan penanganan kasus-kasus di daerah, khususnya di Pelalawan,” sambungnya.

Dia berharap, penyidik bisa segera menuntaskan proses penyidikan perkara tersebut hingga disidangkan di pengadilan.

“Kepada penyidiknya, kepada Kasi Pidsusnya (Andre Antonius,red) saya menyampaikam agar cepat dilakukan pemberkasan. Kita mendorong, memotivasi agar kasus itu cepat bergulir ke pengadilan,” pungkas Aspidsus Kejati Riau Hilman Azazi.

Dari informasi yang dihimpun, pengusutan dugaan korupsi kegiatan belanja bahan bakar minyak/gas dan pelumas pada Dinas PU Pelalawan, sudah dimulai sejak medio Oktober 2019 lalu.

Sementara, perkara dugaan korupsi pada penggunaan APBDes Sungai Upih, mulai ditangani sejak Maret 2020.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait