Tertangkapnya Mak Gadih Beserta Anak Menantu, Dedengkot Narkoba Inhu Setelah 30 Tahun

  • Whatsapp
Kapolres Inhu AKBP Efrizal SIK dan jajaran Sat Narkoba berikan keterangaan pers terakit penangkapan satu keluarga sebagai pengedar Narkoba di Inhu

HALUANRIAU.CO, RENGAT – Mengaku meneruskan bisnis haram yang telah dirintis suaminya, Jauhari (alm), Mak Gadih akhirnya diringkus tim Satuan Res Narkoba Polres Inhu.

Wanita pemilik nama asli Hj Nuhasnah ini tidak sendirian saat ditangkap. Anak dan menantu juga ikut dibekuk.

Dodi Damhudi (menantu) yang berstatus ASN di kantor Lurah Kampung Besar Seberang, Nuriana (anak), Devi Susilawati (menantu), Novrian Putra (anak) yang baru saja keluar penjara dengan kasus yang sama (resedivis) serta menantunya Cici.

Sementara suami Devi, Anton berhasil melarikan diri dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Inhu.

Penangkapan keenam keluarga erat ini menurut Kapolres Inhu, AKBP Efrizal SIK saat konfrensi Pers berawal dari penangkapan terhadap M Taher alias Uniang di jalan Azki Aris, Kamis (16/7) sekira pukul 10.00 WIB.

Dari tangan Uniang didapat 0,26 gr Sabu yang diakuinya dibelinya dari Mak Gaduh di Jalan Pasir Jaya Desa Kuantan Babu.

Berdasarkan informasi tersebut, akhirnya tim Sat Res Narkoba Polres Inhu menuju rumah Mak Gaduh.

Sesampainya di rumah Mak Gadih, wanita yang sudah dikenal masyarakat sebagai bandar Narkoba tersebut, tidak ingin membukakan pintu, hingga akhirnya setelah tiga kali peringatan, Polisi melakukan tindakan terukur dengan mendobrak pintu, namun Mak Gadih lari ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar dan akhirnya Polisi kembali mendobrak pintu kamar Mak Gaduh dan didapat Mak Gadih berada di dalam kamar mandi berusaha membuang barang bukti ke toilet.

Polisi akhirnya hanya bisa selamatkan sedikit barang bukti dari Mak Gadih, sementara sebagian besar lainnya diduga sudah berhasil dihancurkan.

Polisi kemudian meneruskan penggerebekan ke dua rumah lainnya di samping rumah Mak Gadih yang merupakan rumah anaknya.

Perlakuan yang sama didapat Polisi yang harus mendobrak rumah tersebut dan mendapati Nuriana, Dodi, Devi, Novrian Putra dan Cici seluruhnya berada di kamar mandi sedang membuang barang bukti.

“Beruntung ada yang masih di dalam plastik sehingga tidak hancur dan barang bukti harus didapat di dalam septi tank, sementara yang lainnya telah hancur, ucap Kapolres.

Kapolres menyebutkan bahwa tersangka memang sudah lama menjadi target operasi Polres Inhu karena banyaknya informasi dari masyarakat, namun selama ini belum didapat bukti, sampai akhirnya didapat jalan untuk dilakukan penangkapan.

Menurut keterangan dari Mak Gadih yang disampaikan Kapolres, usaha haram tersebut sudah dijalani dirinya dan suami (alm) sejak tahun 1990 atau 30 tahun yang lalu.

Total barang bukti yang didapat dari tiga rumah dengan tujuh tersangka tersebut yakni 116, 52 gr Sabu dan 40,95 tembakau Gorilla.

Para pemilik dan pengedar Narkoba tersebut yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dijerat dengan pasal 112 jo 114 dan 132 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

 

 

 

Penulis: EBP

Comments

Pos terkait