Kimia Farma Jadikan Rapid Tes Sebagai Ajang Bisnis Rp285 Ribu Per Orang

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Pihak farmasi terbesar di Indonesia, Kimia Farma, menjadikan wabah pandemi covid-19 ini, sebagai ajang bisnis untuk mencari keuntungan, dengan membuka sendiri layanan rapid tes berbayar di Bandara Sutan Sarif Kasim II Pekanbaru.

Setiap penumpang yang akan berangkat dari Bandara SSK II Pekanbaru, yang belum memiliki hasil rapid tes, bisa menjalani rapid tes berbayar di Bandara SSK II Pekanbaru, dengan membayar sebesar Rp285.000 per orang. Kimia Farma, satu-satunya farmasi yang berhak membuka bisnis rapid tes Covid-19, yang hasilnya tidak 100 persen tidak valid.

Koordinator KKP Pekanbaru, Albert Jevvenson, membenarkan bahwa farmasi Kimia Farma, satu-satunya BUMN yang memiliki tempat di Bandara SSK II Pekanbaru, untuk mengambil tes rapid tes berbayar terhadap penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru.

“Yang melaksanakan Rapid Tes berbayar di Bandara SSK II Pekanbaru, dari Kimia Farma, dan satu-satunya di Bandara SSK II Pekanbaru. Mereka masuk ke Bandara untuk melaksanakan rapid tes, kalau tak salah pada pertengahan Juni lalu,” jelas Albert.

Dikatakan Albert, untuk hasil rapis tes penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru, bisa yang dikeluarkan oleh pihak RS atau Puskesmas. Sedangkan untuk di Bandara SSK II Pekanbaru, dilakukan oleh pihak dari Kimia Farma, yang sudah berada di Bandara SSK II Pekanbaru, sejak bulan Juni lalu, setiap penumpang yang tidak memiliki hasil rapid tes, bisa dibandara melaui Kimia Farma, dengan harga berkisar Rp280 Ribu, per orang.

“Jadi rapid tes oleh pihak Kimia Farma berbayar. Masing-masing penumpang dikenakana. Biaya kalau tak salah sebesar Rp285 ribu. Biasanya hasil dari rapid tes inikan berbeda-beda. Mana yang efektif dan mana yang tidak, tim kesehatan yang tau. Bisa saja sekarang negatif besonya positif, atau sekarang positif besoknya negatif. Kecuali hasil swab PCR,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, lolosnya warga Rokan Hulu yang terkonfirmasi hasil rapid tes negatif di Bandara Sutan Syarif Kasim II Pekanbaru, ternyata dikeluarkan oleh, tes kesehatan berbayar oleh salah satu farmasi terbesar di Indonesia, Kimia Farma. Sementara dari hasil rapid tes yang sebelumnya dilakukan oleh Rumah Sakit di Rokan Hulu reaktif positif Covid-19.

Perbedaaan hasil tes ini hanya terjadi dalam selang waktu dua hari, dimana Tn ES, melakukan pemeriksaan rapid test tanggal 2 Juli, untuk keperluan perjalanan ke Jakarta dengan hasil Reatif, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan swab pertama pada tanggal 03 Juli 2020.

Selanjutnya, pada tanggal 4 Juli di lanjutkan swab yang ke 2 di RSUD Rokan Hulu. Tn. ES sudah diedukasi untuk melakukan isolasi mandiri dirumah sampai hasil swab keluar. Namun pada tanggal 5 Juli Tn. ES, melakukan rapid test mandiri di bandara SSQ II Pekanbaru dengan hasil non reaktif sehingga Tn. ES  bisa melanjutkan perjalanan ke Jakarta, pada tanggal 5 Juli, jam 11.30 WIB. Dan tanggal 6 Juli hasil swab Tn. ES dinyatakan Positif. Saat ini Tn. ES berada di Jakarta.

 

 

Reporter: Nurmadi

Comments

Pos terkait