Jaksa Telaah Berkas Perkara Tersangka OW, Tersangka yang Pesta Narkoba di Hotel Grand Elite

  • Whatsapp
Pengungkapan yang dilakukan Satresnarkoba Polresta Pekanbaru di salah satu kamar di Hotel Grand Elite Pekanbaru.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Jaksa Peneliti pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru tengah menelaah berkas perkara OW yang diamankan di salah satu kamar Hotel Grand Elite Pekanbaru. Saat itu, OW diduga tengah pesta narkoba bersama 5 orang rekannya.

Penelaahan itu dilakukan setelah Jaksa menerima pelimpahan berkas perkara OW dari penyidik pada Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Pekanbaru. Dimana sebelumnya, Jaksa telah melayangkan P-17 untuk menanyakan perkembangan hasil penyidikan pada Selasa (9/6) lalu.

“Sudah. Sudah kita terima berkasnya,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Pekanbaru, Robi Harianto, Senin (29/6).

Selanjutnya, Jaksa melakukan penelaahan untuk memastikan kelengkapan syarat formal dan materil perkara. Jika lengkap, akan dinyatakan P-21. Selanjutnya bisa dilakukan proses tahap II, atau pelimpahan tersangka dan barang bukti.

Sebaliknya, jika masih ada kekurangan, maka akan dikembalikan ke penyidik disertai dengan petunjuk atau P-19. “Saat ini masih ditelaah,” sebut Robi yang juga merupakan Ketua Tim Jaksa Peneliti dalam perkara itu.

“Dalam waktu dekat akan disampaikan hasil penelaahan kita,” pungkas mantan Kasi Intelijen Kejari Batam itu.

Diketahui, OW diringkus di salah satu kamar Hotel Grand Elite, Rabu (29/4) lalu sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, polisi mengamankan OW bersama lima orang rekannya, masing-masing berinisial RAR (25), IP (21), RRF (31), AS (26) dan CA (23), yang diduga tengah pesta narkoba.

Dari hasil penggeledahan, petugas mendapati enam butir pil H5, dua butir pil ekstasi warna hijau, dua paket narkotika jenis ketamine (key) dengan berat kotor 1,4 gram, satu paket narkotika jenis key sisa pakai, 8 pipet plastik, satu lembar tisu, dan delapan unit telepon seluler (ponsel) pelaku.

Kemudian satu butir pil H5 disimpan di dalam bra yang digunakan pelaku inisial AS.

Belakangan, lima orang rekan OW itu hanya menjalani proses rehabilitasi yang dilakukan tanpa melibatkan Tim Assesment Terpadu (TAT). Terkait ini, Kasatreskoba Polresta Pekanbaru, AKP Juper Lumbantoruan pernah memberikan penjelasan.

“Untuk rehabilitasi, tidak perlu melibatkan Jaksa. Kecuali ada BB (barang bukti,red), dan di bawah 1 gram sesuai SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung,red), baru kita lakukan TAT/Tim Assesment Terpadu yang melibatkan BNN, Kemenkumham, Jaksa dan Polisi,” ujar Juper belum lama ini.

Diakui Juper, saat pengungkapan itu pihaknya menemukan satu butir pil Happy Five (H5) di dalam bra salah satu pelaku, yakni AS. Namun belakangan, barang haram dinyatakan bukan milik wanita tersebut, melainkan milik OW.

“Bahwa BB satu butir ineks yang disimpan dalam bra si cewek adalah BB milik tersangka OW yang dia tarok di dalam bra si cewek pada saat penggerebekan. Dan itu sudah diakui oleh tersangka (OW), dan sudah kita tuangkan dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan,red),” sebut mantan Kapolsek Tampan itu.

“Jadi kesimpulannya, semua BB yang ditemukan di TKP (Tempat Kejadian Perkara,red) adalah milik tersangka OW,” sambungnya menutup.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait