Telantarkan Bayi di Panti Asuhan, Seorang Remaja Diamankan Polisi di Pelalawan

  • Whatsapp
Ilustrasi penelantaran anak.(Internet)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru Sektor Tampan mengamankan seorang pria yang diduga telah menelantarkan seorang bayi. Pria yang diketahui berinisial CRA (18) itu diamankan di sebuah tempat di Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Pelalawan.

“Benar. Yang bersangkutan (CRA,red) diamankan pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 23.00 WIB,” ujar Kepala Polresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, Minggu (28/6) malam.

Menurut Kapolresta, pengungkapan itu dilakukan setelah adanya laporan seorang warga yang merupakan Pengurus Yayasan Ar Rahim Jalan Tiung Kelurahan Binawidya, Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Dalam laporannya, pelapor yang diketahui bernama Muhammad Danil itu menyampaikan telah ada dua orang yang menyerahkan seorang bayi laki-laki yang diduga masih berumur dua hari pada Jumat (26/6) kemarin sekitar pukul 21.00 WIB.

“Dua orang terdiri dari CRA, dan seorang wanita yang belum diketahui identitasnya. Diduga wanita itu juga berusia 18 tahun,” sebut Kapolresta.

Berdasarkan keterangan pelapor, kedua orang itu mengaku menemukan bayi malang itu di sebuah tempat. Merekapun mengaku telah melaporkan hal itu ke Kantor Kepolisian terdekat, sehingga menyerahkannya ke yayasan tersebut.

Setelah menyerahkan bayi, remaja laki-laki itu meminta izin pergi sebentar untuk mengantarkan teman perempuannya untuk pulang karena takut kemalaman dan kosannya ditutup. Saat itu dia berjanji akan datang kembali.

Tak mengizinkan keduanya pergi begitu saja, pihak panti lalu meminta kartu identitas diri mereka. Sang remaja lelaki itu kemudian menyerahkan Surat Izin Mengemudi (SIM) miliknya, yang selanjutnya difoto oleh pihak panti.

Namun setelah ditunggu-tunggu kedua orang tersebut tidak pernah kembali sehingga pengurus yayasan melaporkan penyerahkan bayi tersebut ke Polsek Tampan, dan selanjutnya bayi tersebut dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Riau, dan diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) kota setempat untuk dilakukan perawatan dan penanganan lebih lanjut.

Atas laporan itu, Tim Opsnal Polsek Tampan yang dipimpin langsung oleh oleh sang Kapolsek, Kompol Hotmartua Ambarita langsung menuju lokasi sesuai alamat yang tertera dalam SIM lelaki itu, yakni sebuah tempat di Pelalawan.

“Saat ini, pelaku telah dibawa ke Mapolsek Tampan guna dilakukan proses lebih lanjut. Pelaku sendiri mengakui telah menelantarkan anak tersebut dengan meletakkannya ke panti asuhan,” sebut Kombes Pol Nandang.

Sejauh ini, belum dipastikan apakah CRA adalah ayah biologis dari malang tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk pembuktian otentik dengan melakukan pemeriksaan DNA.

“Kita lagi mencari yang perempuannya dulu,” imbuh perwira menengah Polri dengan tiga melati di pundaknya itu.

Atas perbuatannya, CRA dijerat dengan Pasal 76 b Undang-undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

 

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait