Kasus Pembunuhan Anak Tiri di Rumbai, Tersangka Peragakan 11 Adegan Saat Rekontruksi

Rekontruksi kasus pembunuhan terhadap anak tiri di Rumbai

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Sebanyak 11 adegan diperagakan tersangka Lucki alias Tupai pada saat rekontruksi dugaan kasus pembunuhan terhadap anak tirinya yang berumur 3 tahun.

Reka adegan dimulai dari tersangka bermain dengan anak tirinya dengan inisial NYA, yang kala itu ditinggal oleh ibu nya pergi ke kedai membeli gas elpiji.

Puncak dari adegan berada pada reka adegan yang ke-3, di mana tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban yang menangis. Lantaran kesal dengan tangisan menjadi pemicu tersangka menghabisi nyawa korban.

Rekontruksi kasus itu berlangsung di rumah kontrakan tersangka di Jalan Rambah Sari II Kelurahan Sri Meranti, Rumbai. Warga setempat pun berbondong menyaksikan bagaimana tersangka melakukan aksinya tersebut.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya melalui Kapolsek Rumbai Iptu Viola Dwi Anggreni yang diwakili oleh Kanit Reskrim Polsek Rumbai Iptu Lukman menyebut bahwa reka adegan berjalan lancar.

“Dari rekontruksi ulang kita lakukan tadi, ada 11 adegan yang diperagakan, mulai dari tersangka merasa kesal, melakukan penganiayaan, hingga membawa korban kelokasi pembuangan. Dan penganiayaan di adegan ke-3,” jawab Lukman usai melakukan rekontruksi.

Di adegan ke-3, jelas Lukman, tersangka menganiaya korban di kamar mandi, korban mendapat pukulan dari tersangka hingga kepala korban terbentur ke dinding kamar mandi.

Adegan selanjutnya, tersangka pun membawa korban keluar dari rumah lantaran melihat kondisi korban sudah mulai memburuk. Tersangka menggendong korban dan membawanya ke area semak yang tak jauh dari tempat tinggal nya.

“Dibawa keluar sekitar 200 meter, kondisi lingkungan tempat tinggal masih banyak semak-semak. Dalam perjalanan itu, ternyata korban ini kondisi sudah bisa dikatakan tidak sadarkan diri. Lantaran kalut, tersangka meninggal korban disemak-semak setelah itu dia (tersangka, red) pulang ke rumah,” jelasnya.

Disamping itu, ibu kandung korban inisial L (21) berharap suami yang kedua nya itu mendapat hukuman yang setimpal.

“Sesuai hukum yang berlaku. Saya tak menyangka akan seperti ini kejadiannya,” kata nya dengan mata yang berlinang.

Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (29/3) lalu, sebut nya, padahal suaminya itu sering membawa korban bermain keluar rumah. Entah apa yang terlintas dipikiran nya kala itu.(*)

Reporter : Akmal

Comments

Pos terkait