Kementerian Agama Izinkan Menikah di Rumah Ibadah, Begini Syaratnya

  • Whatsapp
Ilustrasi
Ilustrasi. New Normal

HALUANRIAU.CO,JAKARTA – Kementerian Agama baru saja mengeluarkan aturan penggunaan rumah ibadah s untuk tempat pernikahan. Kebijakan ini dikeluarkan seiring keinginan pemerintah untuk memberlakukan tatanan kehidupan baru alias new normal di tengah pandemi Covid-19.

Acara pernikahan di rumah ibadah diperbolehkan sesuai yang diatur dalam Surat Edaran No.15/2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Masa Pandemi.

Apabila rumah ibadah akan digunakan untuk kegiatan sosial keagamaan, seperti akad nikah atau perkawinan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dulu. Beberapa persyaratan yang dimaksud antara lain, pertama, memastikan semua peserta yang hadir dalam kondisi sehat dan negatif Covid-19. Kemudian, membatasi jumlah peserta yang hadir maksimal 20 persen dari kapasitas ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang, Ketiga, pertemuan dilaksanakan dengan waktu seefisien mungkin.

Perlu diperhatikan, agar pernikahan bisa dilaksanakan di rumah ibadah, pengurus rumah ibadah dapat mengajukan surat keterangan bahwa kawasan lingkungannya aman dari Covid-19 ke Ketua Gugus Tugas Daerah. Aturan ini berlaku berdasarkan situasi riil terhadap pandemi Covid-19 di lingkungan rumah ibadah tersebut, bukan hanya berdasarkan status zona yang berlaku di daerahnya.

Sumber: Tempo.co

Comments

Pos terkait