Perusahan Kilang Padi PT Siak Subur Diduga Bangun Kantor Gunakan Kayu Ilegal

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, SIAK – Perusahaan Kilang Padi PT.Siak Subur yang berada di Kampung Temusai,Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak di duga mengunakan kayu ilegal untuk membangun kantornya. Berdasarkan informasi dilapangan, kayu ilegal ini berasal dari Siak Kecil Kabupaten Bengkalis. Kayu itu diambil dengan mengunakan mobil tronton bermuatan 9 atau 10 kubik kayu sejenis Meranti dan Shonte.

Dalam pengiriman kayu itu, diduga kuat dibecking oleh oknum aparat yang dilakukan pada tengah malam hari.

“Kami bersama teman-teman wartawan dapat info dari masyarakat bahwa ada kayu ilegal logging yang dibawa mengunakan mobil tronton tuk dibawa kelokasi PT.Siak Subur Kampung Temusai. Setelah kami cek, memang benar, mereka sudah membongkar kayu jenis Meranti dan Shonte berbentuk papan dan Broti sekitar 10 kubik beberapa hari yang lalu,” ungkap Komar,salah satu wartawan liputan Siak kepada Haluanriau.co, Sabtu (30/05/2020).

Pantauan Haluanriau.co di TKP, ternyata memang benar kayu berbentuk broti dan papan ditumpuk di areal perusahaan tersebut, tanpa merasa bersalah,pihak perusahaan dengan santai membiarkan kayu itu di areal perusahaan tanpa ditutup-tutupi dengan trepal ataupun penutup lainnya.

“Memang benar Bang, malam kemarin sekitar pukul 04.00 WIB di areal perusahaan itu brisik sekali orang menurunkan kayu dari atas mobil tronton, sekitar 9 kubik lebih kayu broti dan papan diturunkan disitu dan sepertinya aman-aman saja tidak ada aparat yang mengamankan kegiatan orang itu, yang jelas-jelas mereka membawa kayu ilegal,” ungkap masyarakat tempatan yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sementara itu, Penghulu Kampung Temusai Markuat ketika di konfirmasi terkait adanya kayu Ilegal yang masuk diwilayahnya mengatakan tidak tahu, karena masuknya kayu itu pada tengah malam.

“Kita tidak tahu masalah kayu Ilegal itu, dan tentunya kita hanya menyerahkan kepada pihak berwajib apa bila ada pelanggaran pengunaan kayu ilegal untuk pembangunan perusahaan itu,”tegasnya.

Lebih lanjut penghulu juga mengatakan bahwa, pihaknya juga sudah menghimbau kepada pihak perusahaan agar dapat memanfaatkan masyarakat tempatan untuk bekerja, namun pada kenyataannya hanya satu atau dua orang saja masyarakat yang bekerja disana.

“Awalnya kita berharap, dengan adanya perusahaan ini masyarakat tempatan bisa bekerja di perusahaan ini dan perusahan dapat merangkul masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan pembangunan ini, namun bila tidak, kemungkinan besar akan terjadi sebaliknya. Yang jelas kalau masalah kayu ilegal, itu terserah pihak yang berwajib,”tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Bungaraya AKP Amarllulah melalui Kanit Reskrim IPDA Musa H Sibarani ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernya tidak mengetahui keberadaan kayu tersebut, ia mengatakan bahwa belum tahu persis apakah kayu itu ilegal atau tidak.

” Kita tidak tau kayu itu ilegal atau tidak sebelum kita cek kelokasi, untuk membahas masalah ini datanglah kekantor,” pungkasnya.

 

Reporter: Sugianto

Comments

Pos terkait