Apa Saja Isi Maklumat MUI Tentang New Normal ?

Majelis Ulama Indonesia

HALUANRIAU.CO, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Maklumat Nomor Kep-1188/DP-MUI/V/2020 tentang Rencana Pemberlakuan Kehidupan Normal Baru (New Normal Life) di tengah Pandemi Covid-19.

Surat maklumat tersebut ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyidin Junaidi MA dan Sekretaris Jenderal Dr H Anwar Abbas MM M.Ag.

Bacaan Lainnya

Dalam pernyataan ini MUI menyatakan sebagai pelayan umat dan mitra pemerintah telah melakukan pengkajian secara mendalam terhadap aspek-aspek terkait penanggulangan virus corona beserta dampaknya.

Maka itu, terkait rencana penerapan new normal, Dewan Pimpinan MUI memberikan rekomendasi. Pertama, jika kondisi masih belum terkendali di mana transmisi covid-19 belum di bawah satu (R<1) maka disarankan agar PSBB diperpanjang lagi.

Kedua, memerhatikan data dan fakta persebaran virus corona yang mengacu standar WHO, misalnya kurva pandemi covid-19 menunjukkan penurunan dan melandai (R<1) sebagai indikator tidak ditemukannya kasus baru yang berarti jumlahnya; memenuhi standar dan holistik sesuai SOP WHO; serta mempersiapkan masyarakat agar dapat memasuki tata hidup baru (new normal life) dengan melakukan sosialisasi, edukasi, dan advokasi mengenai protokol kesehatan.

“Ketiga, pemerintah meningkatkan jaring pengaman sosial (social safety net) kepada warga yang membutuhkan dan memperluas jumlah warga yang mendapatkannya,” jelas maklumat tersebut, dikutip dariĀ Okezone, Jumat (29/5/2020).

Kemudian keempat, menambah jumlah layanan kesehatan kepada masyarakat dalam memaksimalkan pemeriksaan kesehatan tes covid-19 dan pengobatan secara terpadu. Kelima, di kawasan yang tingkat persebaran covid-19 belum terkendali, maka tetap berlaku keringanan (rukhshah) sholat di rumah, mengacu pada Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020.

Lalu keenam, di kawasan yang sudah terkendali, Sholat Jumat dan jamaah sholat maktubah dapat dilakukan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Ketujuh, MUI beserta Ormas Islam dan lembaga filantropi Islam harus terus berperan aktif melakukan serangkaian upaya dan ikhtiar penanggulangan pandemi covid-19 beserta dampaknya.

“Kedelapan, jika pemberlakuan tata hidup normal baru (new normal life) tetap dipaksakan di saat syarat-syarat pengendalian covid-19 belum terpenuhi, maka MUI mendesak pemerintah agar seluruh kegiatan pendidikan (SD, SMP, SMA, SMK, MD, MI, MTs, MA, dan perguruan tinggi negeri dan swasta) serta pondok-pondok pesantren agar tetap belajar dari rumah hingga keadaan benar-benar terkendali,” jelasnya. (*)

Sumber: Okezone.com

Comments

Pos terkait