Duh, Pasar Dalam Negeri RI Diserbu Pupuk China

  • Whatsapp
pukuk madein china (harianaceh.co.id)

HALUANRIAU.CO,BISNIS-Head of Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana mengakui adanya persaingan di dalam negeri dengan pupuk impor, utamanya dari China dalam merebutkan pasar di antara para petani.

Selain itu, pupuk asal China juga menjadi saingan keras bagi pupuk lokal.

Bacaan Lainnya

“Kita andalkan loyalitas petani pada produk kita, terutama ketersediaan barang yang ada dimana-mana. Yang jelas, urea masih sangat optimistis. Urea dalam dan luar negeri kita termasuk pemain utama lah,” katanya dilasir dari CNBC Indonesia, Kamis (28/5).

Agar bisa bersaing, tentu harus memiliki harga yang murah. Dalam memproduksi pupuk, salah satu komponen utamanya adalah harga gas yang digunakan. Semakin murah, maka bisa meminimalisir harga agar bisa semakin murah.

“Dengan efisiensi, kurang biaya distribusi, kurangi rate konsumsi gas. mengurangi biaya-biaya yang efisienkan harga yang ada. Intinya efisiensi supaya bisa bersaing dengan pupuk dari luar,” sebut Wijaya.

Sebelumnya, dilansir harianaceh.co.id masalah pabrik pupuk terancam tutup akibat pupuk kimia China membanjiri Indonesia juga disorot oleh Amal Alghozali .

“Pupuk kimia dari Cina mengalir deras dan semakin menggila ketika pemerintah mengurangi alokasi subsidi pupuk untuk petani,” kata Kepala Biro Pertanian DPP Partai Demokrat (PD) Amal Alghozali di akun Twitter-nya @Amal_Alghozali.

Amal Alghozali berkomentar seperti itu menanggapi pernyaataan politikus Demokrat Didik Mukrianto di akun Twitter-nya @DidikMukrianto: “BPS mengumumkan Indonesia banyak mengimpor komoditi salah satunya sayuran dari China. Total nilai impor Indonesia US$ 12,54 miliar sepanjang April 2020. Ada yang bisa menjelaskan, apakah petani kita lumpuh? Kemana program ketahanan pangan kita?”

Kata Amal Alghozali, kios-kios di Jawa Timur dan daerah lain menjual pupuk dari Cina. “Cepat atau lambat pabrik-pabrik pupuk NPK swasta di Jatim akan mati,” ungkapnya.

Sumber: CNBCIndonesia.com

Comments

Pos terkait