Pengusaha Sewa Mainan Nekat Buka Usaha di Taman Kota Bangkinang, Ini Alasannya

  • Whatsapp
Petugas Satpol PP Kampar membubarkan keramaian di Taman Kota Bangkinang.(Amri)

HALUANRIAU.CO, BANGKINANG – Di tengah pandemi virus corona, sejumlah pengusaha sewa mainan dan pedagang nekat buka usaha di Taman Kota Bangkinang, Kampar. Itu terpaksa mereka lakukan karena sudah sangat kesulitan, khususnya di bidang ekonomi.

“Kalau mengikuti aturan sebelum penetapan PSBB, kita sudah mematuhi aturan pemerintah. Sekarang kami ingin membuka usaha kami lagi karena susah untuk makan,” kata salah seorang pengusaha sewa mainan anak yang mengaku bernama Aal, Selasa (26/5).

Diakui Aal, dirinya ada mendapat bantuan dari pemerintah saat berada di rumah. Namun, kata dia, bantuan itu tidak layak untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarga.

“Bantuan kami pun tidak dapat. Kami hanya dapat bantuan 5 kilogram beras untuk tiga bulan. Itu mana cukup,” sebut dia.

Lanjut dia, segala persyaratan untuk mendapatkan bantuan telah dipenuhinya. Namun hingga kini, bantuan yang diharapkan tidak kunjung didapat. Sementara, lanjut dia, persoalan baru muncul berup utang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami tutup usaha ini tidak ada solusi dari pemerintah. Dua hari sebelum lebaran, kami sudah melayangkan surat kepada Bupati (Kampar), Sekda dan Kasatpol PP, bahwa kami memohon agar usaha kami ini bisa dibuka di suasana lebaran ini saja, karena mata pencaharian kami tidak ada lagi,” lanjut Aal.

Menurut dia, pedagang lain seperti pedang makanan bisa pindah jualan ke pinggir jalan selama Ramadan kemarin. Sementara, pengusaha sewa mainan seperti dirinya, tidak bisa melakukan usahanya.

“Kalau kami digusur, memang tidak ada lagi yang bisa kami lakukan. Kami berharap kepada Pemda Kampar agar kami disediakan tempat agar kami bisa buka usaha lagi. Karena cuma ini mata pencarian kami. Kalau tidak bisa menyedikan tempat karena pandemi Covid-19 ini, perhatikanlah kami,” pinta dia.

Dalam kesempatan itu dia menuturkan, pihaknya telah pernah menjumpai Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto, dan menyampaikan terkait bantuan saat pandemi Covid-19. Saat itu, sebut dia, Bupati menyampaikan hal itu merupakan kewenangan Dinas Sosial.

“Makanya kemarin kami dipanggil Pak Zamzami, Kepala Dinas Sosial. Beliau berikan kami jalan untuk mengurus surat tidak mampu, dapatlah kami bantuan berupa beras 5 kilogram, mi instans 10 bungkus, minyak satu kilogram. Hanya sekali itulah kami dapat bantuan, itu mana cukup untuk 3 bulan,” imbuh dia.

“Yang buka usaha di Taman Kota Bangkinang ini 60 kepala keluarga (KK). Yang dapat bantuan sembako lebih kurang 39 KK, yang tidak kebagian bantuan itu karena terlambat mengurus syaratnya, dan karena sudah mendapat bantuan PKH,” tutup Aal.

Karena kenekatan pihaknya membuka usaha, pihak Satpol PP Kampar kemudian melakukan pembubaran. “Kita hanya menjalankan perintah, karena ini akan menimbulkan keramaia. Kami masih sosialisasi,” kata seorang petugas Satpol PP Kampar Ahmat Akil.

 

Penulis : Amri
Editor : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait