Angkut 30 Meter Kubik Kayu Ilegal dari SM Rimba Baling, Dua Sopir Tronton Diamankan

  • Whatsapp
Dir Reskrimsus Polda Riau Kombes Pol Andri Sudarmadi didampingi Wadir Reskrimsus AKBP Fibri Karpiananto dan Kasubdit IV Andi Yul Lapawesean menunjukan barang bukti kayu olahan yang diduga ilegal.(Dodi Ferdian)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Dua orang diamankan karena diduga terlibat aksi pembalakan liar di kawasan Suaka Marga (SM) Rimbang Baling, Kampar. Bersamanya, turut disita barang bukti berupa kayu olahan sebanyak 30 meter kubik.

Adapun tersangka itu masing-masing berinisial S alias Adi (45) dan ES alias Putra (21). Keduanya merupakan warga Kabupaten Deli Sedang, Sumatra Utara (Sumut). “Ada dua tersangka yang kami tangkap S dan ES. Sedangkan, pemodalnya masih dalam pengejaran kami,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Riau Kombes Pol Andri Sudarmadi, Jumat (22/5).

Tersangka itu merupakan sopir yang membawa truk tronton membawa kayu ilegal itu. Keduanya diamankan saat membawa kendaraan itu di daerah Lipat Kain, Kampar Kiri, Selasa (19/5) kemarin.

Diterangkan Andri, pengungkapan itu berawal dari penertiban penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuasing) beberapa waktu lalu. Saat itu, pihaknya menerima informasi dari masyarakat terkait pembakalan liar di kawasan terkait adanya kayu olahan dari SM Rimbang Baling keluar melalui jalan darat di Kota Jalur.

“Kami melakukan penyelidikan beberapa hari, dan turun ke lokasi di daerah Muara Lembu. Kami mendapati satu unit truk tronton dicurigai bermutan kayu di Lipat Kain,” kata Andri yang saat itu didampingi Wadir Reskrimsus Polda Riau, AKBP Fibri Karpiananto, dan Kasubdit IV Kompol Andi Yul Lapawesean.

Truk tronton itu diketahui bernomor polisi BH 8951 KU. Dari penggeledahan yang dilakukan, ditemukan 1.477 kayu olahan atau setara 30 meter kubik

Lanjut Andri, kayu olahan itu berasal Desa Pangkalan Indarung, Kuansing yang masuk dalam kawasan SM Rimbang Baling, dan direncanakan akan dibawa ke Sumut. Tak hanya itu saja, pengangkutan kayu ini menggunakan dokumen berupa Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) atas nama CV Wana Jaya, Desa Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Surat itu, diterbitkan oleh Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Provinsi Jambi. “Mereka menggunakan dokumen terbang, yaitu SKSHH dari Provinsi Jambi, tapi asal kayu dari SM Rimbang Baling. Tidak menutup kemungkinan ada oknum yang bermain, dan ini akan kami dalami,” pungkas mantan Wadir Resnarkoba Polda Riau itu.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait