BEM Universitas Riau Pertanyakan Sejumlah Hal kepada Rektorat

  • Whatsapp
Pertemuan BEM UR dengan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UR, Sujianto.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UR) mempertanyakan terkait rencana bantuan kuota internet kepada pihak rektorat. Pasalnya hingga kini rencana tersebut tak kunjung terealisasi.

“Kami sudah mendatangi rektorat pada Selasa (19/5) kemarin,” ujar Menteri Hukum dan Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa BEM UR, Ramadhana Ari Pratamas Bangun, Kamis (21/5) malam.

Selain persoalan di atas, kata Ari, pihaknya juga mempertanyakan sejumlah persoalan lainnya. Seperti, rencana pelaksanaan wisuda, penerimaan mahasiswa baru dan lainnya.

Terkait bantuan kuota internet, Ari menyebut hal itu tak kunjung direalisasikan, padahal perkuliahan akan segera berakhir.

“Bantuan kuota internet tetap harus diberikan selama 2 bulan, yaitu untuk bulan Mei hingga Juni 2020 sesuai dengan kesepakatan,” kata Ari.

Menurut dia, seluruh proses terkait bantuan itu telah dilakukan, dan hasil verifikasi fakultas telah diserahkan kepada pihak universitas.

Saat itu, perwakilan BEM UR ditemui oleh Azhar Kasymi. Dari penjelasan Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan UR itu diketahui bahwa bantuan kuota internet masih diproses oleh pihak provider, seperti Telkomsel, Tri, Axis, dan lainnya.

“Pak Azhar mengatakan, sebelumnya terdapat kendala, karena banyak nomor mahasiswa yang dimasukkan itu tidak aktif. Insya Allah, bantuan kuota internet itu akan diterima sebelum lebaran,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu juga dibahas rencana penambahan satu semester bagi mahasiswa angkatan 2013, yang seharusnya berakhir di semester genap 2019/2020. Sebelumnya pada 13 April lalu, BEM UR telah menegaskan agar edaran Dirjen Dikti mengenai hal tersebut dilaksanakan di perguruan tinggi negeri itu.

“Untuk penambahan satu semester bagi mahasiswa 2013 sudah diproses. Tiap fakultas telah menyerahkan nama-namanya ke pihak Akademik Universitas,” sebut Ari menirukan penjelasan Azhar Kasymi.

Sementara terkait persoalan wisuda yang belum terlaksana, hal ini masih dalam tahap pembahasan. Pihak UR, kata Ari, masih mengkaji sejumlah kemungkinan, apakah dilaksanakan secara online atau tidak.

“Mengenai wisuda yang tertunda, Pak Azhar mengatakan, jika sampai Juli 2020, pandemi Covid-19 belum juga berakhir, kemungkinan akan digabungkan pada bulan Oktober,” tutur Ari.

Tidak hanya persoalan di atas, juga dibicarakan terkait penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2020. BEM UR, saat itu menanyakan mekanisme pendaftaran ulang peserta SNMPTN yang jadwalnya pada Juni ini.

Mengingat saat ini banyak daerah yang menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), BEM UR menyakini tidak memungkinkan para calon mahasiswa baru untuk datang langsung ke UR.

“Masih disampaikan Pak Azhar, untuk proses daftar ulang SNMPTN segera dibahas. Kemungkinan daftar ulang akan dilakukan secara online, namun akan dirapatkan terlebih dahulu,” imbuh Ari.

Terakhir terkait UKT dan lainnya juga menjadi hal yang ditanyakan para mahasiswa. Baik terkait penetapan UKT bagi mahasiswa Bidikmisi yang telah dicabut karena melebihi 8 semester, permintaan keringanan UKT untuk semester selanjutnya, dan lain sebagainya.

Terkait hal itu, BEM UR mendapat penjelasan dari Wakil Rektor 2 UR, Sujianto.(rls)

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait