Balita 2 Tahun di Batam Positif Corona Meninggal Dunia

Ilustrasi bayi

HALUANRIAU.CO, BATAM –Kasus virus corona atau Covid-19 di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) kembali merenggut nyawa. Kali ini terjadi pada seorang balita perempuan berinisial VS berusia 2 Tahun.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam yang juga Wali Kota Batam, HM Rudi mengaku hingga kini belum diketahui klaster dari balita tersebut.

Bacaan Lainnya

“Belum diketahui dari mana klaster balita ini, namun tracing masih terus dilakukan tim kesehatan Dinkes Batam,” kata Rudi melalui keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2020).

Balita VS yang tercatat kasus 077 Batam ini tinggal di perumahan Tembesi Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung Kota Batam.

Di mana yang bersangkutan pada tanggal 15 Mei 2020 sekitar pukul 14.30 WIB, dengan dibawa oleh orang tuanya datang berobat ke IGD RSUD Embung Fatimah Batam dalam kondisi tidak ada respons atau tidak menangis sejak pagi hari.

Ada benjolan di leher

Menurut orangtuanya anak tersebut sudah mengalami demam sejak lima hari sebelumnya yang disertai BAB cair dan berlendir dan ditemukan benjolan di bawah lehernya.

Selanjutnya dilakukan perawatan di bangsal anak dengan sebelumnya dilakukan peneriksaan RDT dengan hasil Non Reaktif.
Kemudian pada tanggal 16 Mei 2020 dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya baru diketahui dengan terkonfirmasi Positif.

“Namun sebelumnya, Minggu (17/5/2020) sekitar pukul 13.30 WIB yang bersangkutan mengalami kondisi pemburukan, dan untuk mengatasi kondisi tersebut dokter telah berusaha melakukan tindakan upaya pertolongan yang maksimal namun pada pukul 18.30 WIB yang bersangkutan akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” jelas Rudi.

Warga tak patuh, klaster baru bermunculan Sesuai dengan hasil penyelidikan epidemiologi (PE) yang telah dilakukan terhadap seluruh klaster Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Batam, diperoleh kesimpulan sementara bahwa masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai klaster yang ada ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun impor.

Hal ini mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol dan imbauan dari pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus Covid-19.

“Kami ingatkan dan dihimbau kembali kepada seluruh masyarakat Batam untuk kemaslahatan bersama agar tetap mengikuti anjuran Pemerintah untuk melakukan jaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap di rumah saja dan mengenakan masker jika terpaksa harus keluar rumah serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang, berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup,” pungkas Rudi. (*)

Sumber: Kompas.com

Comments

Pos terkait