Tahap II, Tiga Tersangka Dugaan Korupsi di Setwan Rohil Dititipkan di Sel Tahanan Polres

  • Whatsapp
Kasi Pidsus Kejari Rohil, Herlina Samosir mendampingi tiga tersangka dugaan korupsi dana kerja sama media di Sekretariat DPRD Rohil.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, BAGANSIAPIAPI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hilir (Rohil) menerima pelimpahan penanganan perkara dugaan korupsi dana kerja sama media di Sekretariat DPRD Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) tahun 2016-2017, dari penyidik Kepolisian Resor (Polres) setempat. Selanjutnya, Jaksa melakukan penahanan terhadap para tersangka.

Ada 3 orang pesakitan dalam perkara itu, yakni SA yang merupakan Sekretaris DPRD Rohil kala itu, sekaligus penanggungjawab semua kegiatan kerjasama dengan media. Lalu, MZ selaku Pejabat Pengadaan sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan ROJ yang merupakan Bendahara selaku penanggungjawab pengeluaran uang untuk kerja sama dengan media.

“Hari ini penyidik Polres (Rohil) melimpahkan tiga tersangka dan barang bukti ke kami (JPU,red),” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Rohil, Herlina Samosir, Selasa (19/5).

Tahap II itu dilakukan setelah perkara yang disinyalir mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp892.875.000 itu dinyatakan lengkap atau P-21. Itu berdasarkan hasil penelaahan berkas yang dilakukan Jaksa Peneliti

“P-21 itu sejak beberapa minggu yang lalu. Karena pandemi Covid-19, tahap II-nya baru sekarang dilakukan,” sebut mantan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Siak itu.

Saat tahap II itu, Jaksa memutuskan para tersangka dilakukan penahanan. Mereka dititipkan di sel tahanan Mapolres Rohil.

Usai tahap II, pihaknya kata Herlina, akan menyusun surat dakwaan terhadap para tersangka. Itu dilakukan sebelum berkas perkara dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

“Dakwaan langsung kami susun sebelum dilimpahkan ke pengadilan (Tipikor Pekanbaru),” pungkas Herlina yang juga pernah bertugas di Kejari Pekanbaru itu.

Sementara itu, Syahidila Yuri mengaku menghormati proses hukum yang menjerat kliennya, SA. Dia mengatakan, proses penahanan yang dilakukan, merupakan hak subjektif dari Jaksa.

“Tentu kita juga memiliki hak. Itu akan kita gunakan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” singkat pria yang akrab disapa Idil itu.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait