Tambah 2 Pasien Kasus Pasien Positif di Riau Capai 101, Indra Yovi: 90 Persen Pasien Positif Impor

Press Conferance Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Riau

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU –Pasien positif Covid-19 di Provinsi mencapai angka diatas 100 orang setelah ada tambahan 2 pasien positif, Senin (18/5).

Sehingga total keseluruhan menjadi 101 orang, di mana sebelumnya 99 orang. Tambah 2 pasien ini berasal dari Kota Dumai, dan salah satunya kembali dari hasil tracing klaster pesantren Magetan Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Pasien 100 positif covid-19 di Riau adalah Tn. AAH (15) yang merupakan warga Kabupaten Kota Dumai dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Dumai. Tn. AAH merupakan hasil tracing dari Cluster Kepulangan Santri dari Jawa Timur.

Pasien 101 positif covid-19 di Riau adalah Ny. AP (33) yang merupakan warga Kota Dumai dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Dumai. Ny. AP (33) merupakan hasil tracing dan kontak erat (istri) dari pasien positif covid-19 Tn. S (42) yang merupakan Kasus 87.

“Tambahan dua orang pasien positif ini, menjadikan pasien positif di Riau diatas 100 orang. Dan satu orang pasien dari hasil tracing klaster pesantren Magetan, Jawa Timur,” ujar Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Riau, Indra Yovi.

Dijelaska Indra, terkait dengan telah dibukanya moda transportasi, dan banyaknya masyarakat yang mulai mudik, menjadi kekhawatiran bagi tim medis yang menangani pasien Covid-19.

Tidak hanya di Riau, tapi juga di seluruh Indonesia. Jika memang terjadi mudik ke Riau, maka dikhawatirkan terjadi lonjakan pasien positif.

“Mengenai apa yang terjadi dua minggu ke depan, PSBB di 6 wilayah Riau sudah berjalan dari hari Jumat lalu. Ada dari masyarakat yang menolak dan memprotes bagaimana PSBB berjalan.

Dan diberita nasional dan Medsos, ada pemberitaan sampai tenaga medis mengatakan terserah, dan itu bukan menggambarkan yang sebenarnya.

Kata-kata itu memberikan himbauan atau bentuk protes, yang masih ada yang tidak melakukan sosial distancing, tidak menjalan protokol kesehatan,” jelas Yovi.

“Kita tidak mungkin melarang ratusan juta orang. Yang ditekankan bagaimana memantau protokol kesehatan, pakai masker jagak jarak, jangan berkerumun cuci tangan. Kalau hal terburuk terjadi nanti, kalau ada yang mudik datang dari Jawa, apa yang akan terjadi jika ada yang positif,” kata Indra Yovi.

Dijelaskan Indra, untuk wilayah Riau saat ini, semenjak terjadinya pandemi Covid-19, kasus positif di Riau terjadi akibat dari orang yang membawa ke Riau. Tercatat hampir 90 persen pasien yang positif berasal dari daerah yang dinyatakan wilayah merah.

“90 persen itu pasien positof semuanya inpor, seperti dari Sukabumi, Magetan, Medan, Padang, dan Sumsel, dari sini semua perjalanannya. Bahkan ada kontak erat plus transmisi lokal dari santri.

Kalau tidak disiplin atau meminta jangan pulang dulu. Celakanya nanti pada H+7 atau minggu ketiga Juni, kalau meningkat di Riau maka dari lebaran. Kami dari petugas RS hanya bisa menghimbau, masyarakat,” tegasnya.(*)

Comments

Pos terkait