Tujuh Pelaku Jual Beli Surat Keterangan Bebas Covid-19 Ditangkap

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO,JAKARTA-Tujuh orang tersangka yang menjadi pelaku jual beli surat keterangan sehat bebas virus corona atau Covid-19 berhasil ditangkap.

Mereka ditangkap jajaran Polda Bali di wilayah Kabupaten Jembrana. “Pada hari Kamis tanggal 14 Mei 2020 telah diamankan pelaku membuat atau menggunakan surat keterangan kesehatan palsu,” kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi, Sabtu.

Syamsi mengatakan, penangkapan terhadap ketujuh tersangka tersebut dilakukan di beberapa tempat. Penangkapan pertama dilakukan sekitar pukul 00.30 WITA di wilayah Kabupaten Jembrana terhadap tiga tersangka yaitu Ferdinand Marianus, Putu Bagus Setya, dan Surya Wira Hadi.

Penangkapan itu bermula dari informasi transaksi penjualan surat keterangan sehat palsu di wilayah pasar Gilimanuk,Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh satuan reserse kriminal (reskrim) Polsek Gilimanuk dan melakukan penyelidikan.

“Pelaku Ferdinand Marianus sedang membagikan surat keterangan sehat yang diduga palsu pada para penumpang mobil travel DK 8888 AAA,” katanya.

Sehari kemudian polisi melakukan penangkapan terhadap Ferdinand yang sedang kembali membagikan surat keterangan sehat palsu itu. Dia pun mengakui bahwa memperoleh surat tersebut dari tersangka Putu Bagus Setia yang ternyata juga memperoleh surat tersebut dari rekanan lainnya, Surya Wira Hadi.

Ferdinand yang merupakan supir travel berperan mengisi identitas para penumpang dan menandatangani blangko surat keterangan palsu itu. Sementara dua rekan lain hanya melakukan pengeditan dan juga mencetak surat tersebut dalam jumlah yang banyak.

“Dijual seharga Rp25 ribu per surat kepada para penumpang mobil travel,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang membeli surat itu, diketahui juga bahwa para pelaku juga menjual surat keterangan kesehatan tersebut kepada pengendara motor seharga Rp100 ribu.

Kemudian empat tersangka lain ditangkap di wilayah Pelabuhan Gilimanuk. Empat tersangka itu, yakni Widodo, Ivan Aditya, Roni Firmasyah, dan Putu Endra Ariawan diduga menyediakan surat kesehatan palsu untuk pengguna pelabuhan agar dapat menyebrang.

Sumber:Inews.id

Comments

Pos terkait