Ingin Selamat dari Corona ? Jubir Covid-19 Ungkap Caranya

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (6/3/2020). Dalam keterangan persnya Achmad Yurianto menyampaikan sebanyak empat orang dinyatakan suspect virus Corona karena telah melakukan kontak langsung dengan warga Depok yang positif sebelumnya dan mengalami gejala-gejala awal seperti Influenza yang kini tengah diobservasi dan menunggu hasil pasti dari pemeriksan laboratorium. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

HALUANRIAU.CO, JAKARTA –Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia tidak akan selamat dari wabah virus corona (Covid-19) jika tidak mulai terbiasa dengan pola hidup baru atau yang sekarang dikenal dengan istilah ‘new normal’.

Sesuai pernyataan Organisasi Kesehatan Dunua (World Health Organization/WHO), kata dia, virus yang berasal dari Wuhan, China itu tidak akan dalam waktu singkat lenyap dari muka bumi ini. Maka, cara satu-satunya dikatakannya adalah dengan beradaptasi.

Bacaan Lainnya

“Sementara kita yakin virus belum bisa dihilangkan dari muka bumi, maka kita tidak akan selamat. Hanya satu, bertahan, beradaptasi dengan pola hidup baru,” kata dia saat telekonferensi, Minggu (17/5).

Cara beradaptasi dengan pola hidup baru itu, ditegaskannya, adalah dengan menerapkan secara konsisten dan disiplin protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah di mana pun dan kapan pun. Sehingga, pencegahan penyebaran wabah bisa tercipta.

“Berpegang teguh, konsisten, tidak terputus, tanpa terkecuali, ini cara hidup kita yang baru dengan selalu membiasakan untuk jaga kebersihan diri, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan masker, menghindari kerumunan dan kalau tidak perlu tidak keluar rumah,” paparnya.

Dengan begitu, dia berharap, masyarakat masih dapat terus beraktivitas dengan mewabahnya virus itu. Sehingga, aktivitas ekonomi dan sosial bisa berjalan dan pada akhirnya masyarakat tidak lagi kehilangan pekerjaan atau terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Kehilangan pekerjaan ini tentu akan timbulkan permasalahan-permasalahan kompleks, bukan hanya sosial ekonomi, tapi juga berpotensi mengancam ketertiban. Oleh karena itu kita harus berubah dengan cara, pemikiran dan sikap baru, yakni produktif dan aman dari Covid,” tegas Yurianto.(*)

Sumber: Vivanews.com

Comments

Pos terkait