Benarkah Virus Corona Bisa Menempel di Rambut ?

Ilustrasi rambut

HALUANRIAU.CO, JAJARTA — Pengetahuan tentang virus corona atau COVID-19 terus berkembang. Para peneliti di seluruh dunia sedang mempelajari virus ini dan bagaimana perilakunya.

Meskipun kurang lebih kita sudah mengetahui bagaimana cara penularan dan gejala awalnya, masih ada pertanyaan tentang berapa lama virus ini bisa bertahan pada permukaan tertentu.

Bacaan Lainnya

Sayangnya, meskipun kita sudah berusaha menjaga kebersihan, beberapa permukaan dapat membuat kita rentan terhadap virus.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet dikutip dari Viva.co.id, Minggu (17/5/2020), mengungkapkan bahwa jenis COVID-19 dapat bertahan pada pakaian selama sehari dan pada bahan stainless steel serta plastik selama 4 hari.

Hal lain yang juga menimbulkan risiko kontak dengan virus, adalah saat kita bepergian ke luar rumah. Kita semua sudah melakukan yang terbaik untuk mencegah tertular COVID-19, tetapi bagaimana jika virus tersebut malah menempel di rambut?

Berapa lama virus corona dapat bertahan di sana? Dan, apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi risiko infeksi?

Dilansir Times of India, sejauh ini belum ada studi tunggal yang menyatakan ada hubungan antara virus corona dengan rambut. Jadi, tidak jelas berapa lama virus itu bisa bertahan hidup di rambut atau jenggot.

Namun, ada kemungkinan COVID-19 dapat bertahan selama beberapa hari atau setidaknya beberapa jam. Pernyataan ini tidak berarti kamu harus mencuci rambut setiap kali setelah bepergian.

Melakukan ini bukan cara yang praktis di samping dapat membahayakan kesehatan rambut.

Menurut beberapa ahli, kamu tidak perlu khawatir tentang ini selama kamu tetap menerapkan social distancing. Bahkan jika seseorang bersin di bagian belakang rambut kamu, kemungkinan terinfeksi rendah, jika kita tidak menyentuh rambut.

Oleh karena itu, kemungkinan bersentuhan dengan virus juga kurang. Namun, ada hal lain yang dapat membuat kamu rentan, yaitu jika kamu berada di luar dan menyentuh benda-benda di tempat umum, kamu menempatkan diri dalam risiko jika kamu menyentuh rambut berulang kali dengan tangan yang terkontaminasi.

Saat kamu bepergian, cobalah untuk tidak menyentuh rambut. Dengan menyentuh rambut berulang kali dengan tangan, semua virus yang ada di tangan bisa saja tersangkut di rambut.

Kesimpulannya, secara umum rambut aman dan tidak menyebabkan penularan, asalkan kamu tetap mempraktikkan social distancing dan tidak membelai dengan tangan yang terkontaminasi.

Jika seseorang bersin di belakang kepala kamu, maka yang terbaik adalah mandi dan membersihkan rambut dengan benar. (*)

Sumber: Viva.com

Comments

Pos terkait