Tabrak Petugas Pos Pam, Ternyata Residivis Ini Pelaku Jambret

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Petugas Pos Pengamanan (Pos pam) Ops Ketupat Lancang Kuning 2020 KH Nasution mengamankan dua orang remaja, Jumat (15/5).

Awalnya, kedua remaja yang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi hingga membahayakan petugas yang ketika itu sedang patroli.

Bacaan Lainnya

Kepala Pos Pengamanan (Kapospam) KH Nasution, Iptu Yudiarto menyebutkan bahwa kejadian itu berlangsung pagi tadi, hingga anggota Pos yang saat itu tengah berjaga mengalami luka akibat ditabrak.

“Mereka datang dari arah selatan (Kubang, red) melaju kearah utara (Marpoyan, red), dan petugas mendapati mereka ini tidak memakai masker, makanya dilakukan penghadangan karena sudah melanggar aturan PSBB,” jelas Yudiarto.

Usai menabrak petugas, jelas Kanit Lantas Polsek Bukit Raya itu, satu di antara kabur melarikan diri sedangkan satu lagi berhasil diamankan di tempat.

“Setelah itu, datang lah seorang laki-laki yang mengaku korban jambret dan dia menyebut remaja tadi itu pelaku. Setelah kita interogasi, mereka mengakui akan hal itu,” sambung Yudiarto.

Menghindari akan amukan massa, kedua remaja akhirnya digiring ke Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Raya, lebih lanjut untuk dimintai keterangan.

Terhadap pelaku, saat ditemui di sel tahanan Polsek Bukit Raya dalam keadaan sedikit luka di pelipis mata sebelah kiri akibat terjatuh saat menabrak petugas Pos Pam.

Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya Iptu Slamet mengatakan bahwa korban benar telah melakukan jambret, saat itu berhasil melarikan satu unit smartphone milik korban nya.

“Mereka berdua ini, sama-sama residivis dengan kasus yang sama. Dan kali ini, kembali tertangkap,” jawab Slamet saat interogasi kedua pelaku.

Diketahui, kedua pelaku ialah AA alias Ali (23) dan FDR alias Firja (16), dan kedua nya baru saling mengenal selama satu bulan belakangan ini.

“Saya bawa motor, dan dia (FDR, red) yang ngambil HP nya,” sebut pelaku AA saat ditanyai.

Terkait residivis, pelaku AA mengakui bahwa dirinya merupakan mantan narapidana yang baru saja keluar akhir tahun 2019.

“Saya masuk tahun 2016, keluar Desember 2019 kasus nya sama,” jawab nya kaku.

“Saya baru keluar bulan Januari 2020 kemarin, gak asimilasi do,” kata FDR menimpali.(*)

Reporter : Akmal

Comments

Pos terkait