Dikhawatirkan BLT Tak Sampai Sampai ke Masyarakat, Syahrial: Ketidakpercayaan Masyarakat Harus Dibuktikan Sesuai Mekanisme

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Sekretaris Gugus Tugas Covid-19, yang juga asisten III Setdaprov Riau, Syahrial Abdi, menjelaskan, bahwa Pemprov Riau, telah menyediakan anggaran sebesar Rp198 Miliar, untuk membantu masyarakat Riau terdampk Covid-19. Dimana anggaran tersebut akan ditransfer ke Kabupaten Kota, melalui bantuan keuangan khusus.

Selanjutnya menjadi tugas dari Kabupaten Kota, untuk menjalankan amanah dari Pemprov untuk menyerahkannya kepada masyarakat di seluruh Kabupaten Kota, sesuai dengan data valid yang telah diserahkan ke Kabupaten Kota, sesuai dengan by name by addres, dan tidak disalahgunakan.

“Kabupaten Kota telah menyerahkan data sesuai dengan verifikasinya, by name by addres. Memang ada beberapa daerah yang menambah dari kuota awal yang disampaikan. Tentu ini tergantung mendapatkan persetujuan Gubernur, inilah dinamika yang terjadi angka yang berubah tentunya kita maklumi. Data masing-masing kabupaten kota lakukan data dengan baik. Sebenarnya kalau di kalsifikasikan dengan benar dan tepat dan sesuai, tidak akan bermasalah,” kata Syahrial Abdi.

Sembako dari Pemko

Disinggung mengenai simpang siur pemberian sembako dari Pemerintah Kota Pekanbaru, baik di tahap pertama dan tahap kedua, yang banyak mendapat ketidak percayaan dari masyarakat Kota Pekanbaru. Mantan Pj Bupati Kampar ini menjalaskan, Pemko Pekanbaru harus menjalani apa yang disampaikan oleh Pemprov melalui BLT sampai ke tangan masyarakat penerima.

“Ketidak percayaan masyarakat harus dibuktikan, sehingga bisa sampai sesuai mekanisme. Pemprov yakin karena kabupaten kota sudah melakukan, bahkan ada yang lebih, ada yang sembako sudah berjalan di kabupaten kota. Kami menitip pesan ke pemerintah kabupaten kota tambahan bantaun Pemprov sampai ke masyarakat. Tinggal pelaksanaan, mau melalui pos mau top up, disesuaikan dengan kemampuan kabuparen kota,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sesuai faktanya, Pemprov telah menerima data penerima bantuan dari Pemko, di hari terkahir penyerahan. Yang awalnya Pemko baru menyerahakn 1.210 data, kini menjadi 60 ribu lebih yang diminta. Padahal awalnya sebanyak 45 ribu KK, dan melonjak tajam.

“Faktanya yang kita terima dari walikota Pekanbaru dan proposalnya sesuai perkembangan terjadi. Diman data yang kita terima sekitar 2 ribu, dan angka yang 45 ribu sudah disampaikan, bahkan ada penambahan. Namun semua tergantung kebijakan Gubernur,” kata Syahrial.

Untuk diketahui Pemprov Riau akan menyransfer anggaran sebesar Rp300 ribu per KK, bagi masyarakat Riau. Termasuk masyarakat Pekanbaru, yang terkena dampak Covid-19. Pemprov berharap Kabupaten Kota bisa memeganh amanah dari Pemprov membagikan BLT sesuai data valid yang disampaikan.

Sekretaris Gugus Tugas Covid-19, yang juga asisten III Setdaprov Riau, Syahrial Abdi, menjelaskan, bahwa Pemprov Riau, telah menyediakan anggaran sebesar Rp198 Miliar, untuk membantu masyarakat Riau terdampk Covid-19. Dimana anggaran tersebut akan ditransfer ke Kabupaten Kota, melalui bantuan keuangan khusus.

Selanjutnya menjadi tugas dari Kabupaten Kota, untuk menjalankan amanah dari Pemprov untuk menyerahkannya kepada masyarakat di seluruh Kabupaten Kota, sesuai dengan data valid yang telah diserahkan ke Kabupaten Kota, sesuai dengan by name by addres, dan tidak disalahgunakan.

“Kabupaten Kota telah menyerahkan data sesuai dengan verifikasinya, by name by addres. Memang ada beberapa daerah yang menambah dari kuota awal yang disampaikan. Tentu ini tergantung mendapatkan persetujuan Gubernur, inilah dinamika yang terjadi angka yang berubah tentunya kita maklumi. Data masing-masing kabupaten kota lakukan data dengan baik. Sebenarnya kalau di kalsifikasikan dengan benar dan tepat dan sesuai, tidak akan bermasalah,” kata Syahrial Abdi.

Disinggung mengenai simpang siur pemberian sembako dari Pemerintah Kota Pekanbaru, baik di tahap pertama dan tahap kedua, yang banyak mendapat ketidak percayaan dari masyarakat Kota Pekanbaru. Mantan Pj Bupati Kampar ini menjalaskan, Pemko Pekanbaru harus menjalani apa yang disampaikan oleh Pemprov melalui BLT sampai ke tangan masyarakat penerima.

“Ketidak percayaan masyarakat harus dibuktikan, sehingga bisa sampai sesuai mekanisme. Pemprov yakin karena kabupaten kota sudah melakukan, bahkan ada yang lebih, ada yang sembako sudah berjalan di kabupaten kota. Kami menitip pesan ke pemerintah kabupaten kota tambahan bantaun Pemprov sampai ke masyarakat. Tinggal pelaksanaan, mau melalui pos mau top up, disesuaikan dengan kemampuan kabuparen kota,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sesuai faktanya, Pemprov telah menerima data penerima bantuan dari Pemko, di hari terkahir penyerahan. Yang awalnya Pemko baru menyerahakn 1.210 data, kini menjadi 60 ribu lebih yang diminta. Padahal awalnya sebanyak 45 ribu KK, dan melonjak tajam.

“Faktanya yang kita terima dari walikota Pekanbaru dan proposalnya sesuai perkembangan terjadi. Diman data yang kita terima sekitar 2 ribu, dan angka yang 45 ribu sudah disampaikan, bahkan ada penambahan. Namun semua tergantung kebijakan Gubernur,” kata Syahrial.

Untuk diketahui Pemprov Riau akan menyransfer anggaran sebesar Rp300 ribu per KK, bagi masyarakat Riau. Termasuk masyarakat Pekanbaru, yang terkena dampak Covid-19. Pemprov berharap Kabupaten Kota bisa memeganh amanah dari Pemprov membagikan BLT sesuai data valid yang disampaikan.

Sedangkan Pemko Pekanbaru menjanjikan memberikan lauk pauk seharga Rp250 dengan rincian, Intermi 1 karton, minyak goreng merk kwali, sarden merk ABC 6 kaleng, dan beras bulog premium 5 Kg. Dan sembako ini telah diserahkan oleh Pemko kepada 30 ribu masyarakat Pekanbaru tahap kedua. Sedangkan tahap pertama Pemko menyerahkan sembako dan beras bantuan dari Mensos, sebanyak 15.625 KK.

 

 

Reporter: Nurmadi

Comments

Pos terkait