Alamak! Iuran BPJS Kesehatan Peserta Mandiri Naik Lagi

  • Whatsapp
Petugas BPJS Kesehatan. Ist

HALUANRIAU.CO,JAKARTA- Iuran BPJS Kesehatan bagi peserta bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri kembali dinaikan Presiden Jokowi. Kenaikan tersebut berlaku mulai 1 Juli 2020.

Jokowi merestui kenaikan tarif tersebut lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 tahun 2020 yang merevisi Perpres 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Kenaikan dilakukan pada tahun ini dan tahun depan.

Bacaan Lainnya

Mahkamah Agung (MA) sebelumnya membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Untuk kelas I dan II, kenaikan lebih rendah Rp10.000 dari tarif yang pernah dinaikkan.

Sementara khusus kelas III, kenaikan dilakukan pada 2021 namun sebagian iuran ikut disubsidi pemerintah. Berikut tarif baru yang berlaku per 1 Juli 2020:

1. Kelas I dengan tarif lama Rp80.000 tetap selama April, Mei, Juni dan naik menjadi Rp150.000 mulai Juli 2020.

2. Kelas II dengan tarif lama Rp51.000 tetap selama April, Mei, Juni dan naik menjadi Rp100.000 mulai Juli 2020.

3. Kelas III dengan tarif lama Rp25.500 tetap pada 2020 dan naik menjadi Rp35.000 pada 2021 dan tahun berikutnya. Pemerintah mensubsidi Rp7.000.

Dalam Perpres tersebut, disebutkan jika Iuran BPJS Kesehatan Kelas I naik menjadi Rp150.000, Kelas II naik menjadi Rp100.000, dan Kelas III menjadi Rp 35.000. Kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut berlaku mulai 1 Juli 2020.

Sebelumnya, Iuran BPJS Kesehatan per 1 Mei 2020 ini mengalami penurunan. Mengacu pada Peraturan Presiden 82 tahun 2018, iuran BPJS Kesehatan kelas I turun menjadi sebesar Rp 80.000, kelas II Rp 51.000, dan kelas III Rp 25.500.

Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 7P/HUM/2020, yang menyatakan membatalkan Pasal 34 Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019.

Sumber: iNews.id

Comments

Pos terkait