Nekat Bunuh Korban di Perkebunan Kelapa Sawit di Siak, Ini Motif Pelaku

  • Whatsapp
Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Faizal Ramzani memimpin press rilis pengungkapan kasus pembunuhan di kabupaten setempat.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, SIAK SRI INDRAPURA -Perburuan terhadap pelaku pembunuhan di perkebunan kelapa sawit perkutut Bukit Agung Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, membuahkan hasil. Pelaku adalah HS, suami dari wanita yang diduga sebagai selingkuhan korban.

“Pelaku berinisial HS ini merupakan suami dari selingkuhan korban yang bernama AS. Dikarenakan rasa cemburu yang teramat sangat, pelaku nekat menghabisi nyawa korban,” ujar Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya melalui Kasat Reskrim AKP Faizal Ramzani, Selasa (11/5).

Kejadian nahas itu bermula tanggal 21 April lalu. Saat itu pelaku mendatangi korban di perkebunan sawit, dan menganiaya korban dengan sebuah batu yang dimasukkan di dalam karung goni. Selanjutnya dia memukul korban di bagian kepala hingga korban tidak sadarkan diri.

Korban mendapat luka robek di bagian kepala dan mengeluarkan banyak darah. Sempat dibawa ke rumah sakit terdekat, namun nyawa korban tidak tertolong.

“Setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, pembunuhan tersebut kita kerucutkan ke pelaku,” sebut Faizal.

Hasilnya, pelaku berhasil diringkus setelah dilakukan penyelidikan dan pengejaran selama satu minggu. Pelaku ditangkap Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas, Sumatra Utara pada 10 Mei lalu.

Faizal menjelaskan, Polres Siak melakukan koordinasi dengan Polsek setempat tentang keberadaan pelaku. Tim yang dipimpin Kanit I Satreskrim Polres Siak Ipda Dendy langsung melakukan pengejaran dan penangkapan. Saat itu, pelaku sempat berusaha kabur sebelum akhirnya diamankan petugas.

“Setelah diperiksa, pelaku mengakui perbuatannya menghabisi nyawa korban, karena rasa cemburu. Sebab korban kedapatan selingkuh dengan istrinya,” tutup Faizal.

Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolres Siak guna proses lebih lanjut. Terhadap pelaku, akan dikenakan Pasal 340 jo 338 jo 355 ayat (2) KUHPidana dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait