Diduga Keroyok Seorang Warga, Anak Pejabat di Kampar Dipolisikan

  • Whatsapp
Ilustrasi pengeroyokan.(Internet)

HALUANRIAU.CO, BANGKINANG – Anak seorang pejabat di Kabupaten Kampar diduga melakukan pengeroyokan terhadap seorang warga. Adapun korban dalam peristiwa ini adalah Farhan. Dia adalah warga Desa Ranah Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar.

Dia mengaku dikeroyok oleh MF yang diduga adalah anak seorang kepala dinas (kadis) di Kampar. MF, sebutnya, melakukan aksi tidak terpuji itu bersama dua orang rekannya, RA dan Fi.

“Sudah hampir 3 minggu saya laporkan peristiwa pengeroyokan yang saya alami itu ke Polres Kampar. Namun hingga saat ini, pelaku pengeroyokan belum juga ditangkap oleh pihak kepolisian,” ujar Farhan Rabu (6/5).

Dijelaskan dia, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 17 April 2020 lalu. Kejadian itu bermula dari percakapan video melalui aplikasi perpesanan WhatsApp. Saat itu, MF kata dia, mengeluarkan kata-kata kotor.

Singkat cerita, keduanya kemudian bertemu di sekitaran SD Muhammadiyah Bangkinang dan terjadilah perkelahian diantara keduanya.

Duel itu sempat dilerai. Namun itu tak berlangsung lama, karena MF mengajak Farhan kembali melanjutkan duel di Lapangan Pelajar, Jalan Ahmad Yani Bangkinang.

“Namun sesampainya di sana, Lapangan Pelajar,red), dia telah menanti bersama teman-temannya, dan langsung mengeroyok saya,” sebut Farhan.

Saat itu, lanjut Farhan, MF menyerangnya dengan menggunakan benda berbentuk besi, dan menusukkan ke badannya.

“Saya dipegang oleh Fi dan dipukul bagian kepala belakang hingga tersungkur. Selanjutnya ditendang oleh RA dan ditusuk-tusuk menggunakan besi oleh MF. Beruntung pada saat pengeroyokan itu, baju yang saya kenakan terlepas dari tubuh saya, sehingga saya bisa melarikan diri dan masuk ke dalam mobil yang saya kendarai,” tutur dia.

“Setelah di dalam mobil pun MF dan teman-temannya masih mengejar saya dan memukul-mukul kaca mobil, dan menggores mobil saya. Saya bergegas mengendarai mobil, saya lari dari tempat kejadian itu,” sambung Farhan.

Tidak terima dengan kejadian tersebut, Farhan kemudian membuat laporan ke Mapolres Kampar.

Akibat kejadian itu, Farhan mengaku mengalami luka-luka pada bagian lengan, bahu, dada, punggung, kepala, dan sakit pada bagian pinggang. “Hasil CT Scan di 2 rumah sakit, yakni RS Awal Bros Panam dan RS Prima, saya mengalami geger otak tingkat sedang dan pendarahan di bagian kepala,” sebut Farhan.

Farhan yang didampingi kedua orangtuanya berharap kepada pihak kepolisian untuk dapat segera memproses laporan itu sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Saya harap laporan pengeroyokan segera diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” harapnya.

Sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian. Upaya konfirmasi yang dilakukan, belum direspon oleh Kasat Reskrim Polres Kampar, AKP Fajri.

Penulis : Amri
Editor : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait