Di Tengah Upaya Penanganan Covid-19, Polda Riau Tetap Komit Menangani Karhutla

  • Whatsapp
Upaya pemadaman api di lahan gambut.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Ada yang berbeda dengan Riau tahun 2020 ini. Langit biru menyelimuti Provinsi Riau pada akhir April tahun ini. Hal ini berbanding terbalik dengan beberapa tahun terakhir selama periode yang sama di bulan Maret hingga Juni lalu. Asap tebal dan jerebu dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menutupi serta membuat langit gelap adalah sebuah pemandangan tahunan yang selalu dialami Riau.

Tingkat keberhasilan pemadaman di atas 97 persen dari setiap titik api yang muncul setiap harinya, tidak lepas dari peran dari deteksi dini Aplikasi Dashboard Lancang Kuning Nusantara.

Dengan menggunakan aplikasi unggulan itu dalam memantau titik api, sangat membantu petugas bertindak secara cepat dan tepat untuk segera memadamkan api di lapangan.

Hotspot yang terpantau pada aplikasi akan segera diverifikasi petugas di lapangan dengan melakukan pengecekan yang diarahkan melalui koordinator di posko. Jika setelah dilakukan pengecekan ditemukan titik api, petugas yang terdiri dari stakeholder terkait akan segera memadamkan api.

Sesuai data selama tahun 2020 (Januari hingga Maret) tercatat sebanyak 425 titik api yang terverivikasi dalam Dashboard Lancang Kuning, dimana luas lahan terbakar mencapai 2.338,83 hektare di beberapa wilayah kabupaten di Riau ini. Sedangkan yang berhasil dipadamkan oleh petugas Kepolisian bersama TNI dan aparat lainnya termasuk masyarakat dan relawan adalah seluas 2.097,13 hektar.

Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Rahmad Hidayat mengatakan, memang kurun waktu 3 bulan (Januari sampai Maret) ini untuk angka titik api meningkat dari bulan ke bulan, dimana bulan Januari ada 129 titik api, bulan Februari 219 titik api dan bulan Maret 425 titik. Namun hal itu juga diikuti dengan tingkat keberhasilan dan upaya dalam pemadaman, angkanya juga terus meningkat hingga hampir keseluruhan berhasil dipadamkan.

“Kami hitung diatas 97 persen bisa kita padamkan,” kata Kombes Pol Rahmad, Jumat (1/5).

Personel TNI-Polri bersama masyarakat berjibaku memadamkan api akibat kebakaran hutan dan lahan

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Riau Kombes Pol Andri Sudarmaji menjelaskan dari sisi penegakan hukum kasus karhutla selama tahun 2020. Polda Riau dan jajaran telah menangani sebanyak 50 perkara baik perorangan maupun korporasi.

“Dari jumlah kasus tersebut, tersangka sebanyak 57 orang. Sedangkan untuk proses dari 50 perkara yang ditangani, rinciannya adalah 9 kasus yang tahap penyidikan, kemudian 30 kasus sudah tahap I, 2 kasus sudah P-21, dan yang sudah ditahap II sebanyak 9 kasus,” ujar mantan Wakil Direktur Reserse Narkoba (Wadir Resnarkoba) Polda Riau itu menambahkan.

Sesuai prediksi dari BMKG bahwa di tahun 2020 akan terjadi kemarau yang lebih panjang. Di masa pandemi Covid-19 ini, tidak menyurutkan upaya Polda Riau dan jajaran untuk terus menjaga agar bisa mengendalikan dan menangani karhutla.

Di tengah kondisi penanganan pandemi Covid-19, Polda Riau tetap berkomitmen untuk mencapai hasil Provinsi Riau Bebas Asap dan Langit Biru Terlihat di Tahun 2020.

 

Oleh : Bidhumas Polda Riau
Editor : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait