Sejumlah Dugaan Kejahatan Perbankan di Bank BJB Pekanbaru

  • Whatsapp
Payment point Bank BJB di Kantor Bapenda Kota Pekanbaru.(Dodi Ferdian)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Dalam beberapa tahun terakhir, Bank Jawa Barat-Banten (BJB) Kantor Cabang Pekanbaru dilanda kabar yang tidak mengenakkan. Adalah tindak pidana perbankan yang dilakukan oknum pegawai di sana, membuat nama perusahaan itu tercoreng.

Tak pelak hal itu membawa bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar-Banten itu kerap berurusan dengan pihak penegak hukum yang ada di Provinsi Riau.

Seperti yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru yang mengusut dugaan pengalihan agunan nasabah oleh oknum pegawai BJB Pekanbaru. Pengusutan itu dilakukan pada tahun 2019 lalu.

Agunan itu sejatinya untuk mengcover kredit seorang debitur senilai Rp2 miliar yang dicairkan pada 2014 lalu. Di tengah jalan, agunan itu dialihkan ke pihak lain. Sayangnya, pembayaran angsuran kredit tersebut tidak berjalan mulus.

Saat macet itu lah timbul masalah. Dimana pihak bank tidak bisa mengeksekusi agunan itu karena sudah atas nama orang lain.

Dalam pengusutan perkaranya, Korps Adhyaksa Pekanbaru telah melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait. Seperti, Pimpinan Cabang (Pimcab) Bank BJB Pekanbaru saat ini, Rachmat Abadi, dan mantan Manager Komersial, Robby Arta.

Tidak hanya itu, Indra Oesmar Gunawan Hutahuruk, mantan pejabat Analisis Kredit di bank tersebut juga tak luput dari pemeriksaan Jaksa.

Belakangan, pengusutan perkara itu dihentikan. Kejari Pekanbaru berdalih, proses penyelidikan tidak dilanjutkan karena agunan itu telah dikembalikan kepada pihak yang semestinya. Selain itu, angsuran kredit yang sempat macet, telah dilunasi.

“Sudah dikembalikan. Debitur juga telah melunasi tunggakan dia,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni, Kamis (30/4).

Berikutnya, pengusutan perkara dilakukan pihak kepolisian. Adalah Kepolisian Daerah (Polda) Riau melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) yang menangani tindak pidana perbankan di bank tersebut.

Institusi yang dipimpin Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi itu mengusut dugaan pembobolan rekening nasabah yang juga dilakukan oknum pegawai bank tersebut. Bahkan penanganan perkaranya telah masuk dalam tahap penyidikan.

Dalam tahap itu, penyidik sementara waktu meyakini ada peristiwa pidana dalam perkara itu. Selanjutnya, penyidik berusaha mengumpulkan alat bukti untuk menjerat sang oknum pegawai BJB sebagai tersangka.

“Masih proses,” kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, belum lama ini.

Dari informasi yang dihimpun, kejahatan perbankan itu diduga dilakukan oleh oknum pegawai di BJB KC Pekanbaru, dalam rentang waktu 2014 hingga 2017. Adapun bentuk kejahatannya adalah dengan membobol rekening milik nasabah yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Adanya pembobolan rekening itu diketahui dari kecurigaan pemilik dan pengelola rekening yang merasa fasilitas kreditnya di bank tersebut tidak kunjung lunas. Padahal dana yang masuk ke rekening-rekening itu sudah melebihi kewajibannya selaku debitur.

Disinyalir dana tersebut sengaja disalahgunakan dan diambil oleh oknum pegawai bank dengan berbagai modus. Antara lain, memalsukan tandatangan pemilik rekening, menggunakan cek yg diambil diam-diam, atau menggunakan cek yang tidak pernah diberikan kepada nasabah yang masih ada di bank.

 

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait