Rakyat Sulteng Siap Mengusir, Ombusdman RI Desak Jokowi Tunda Kedatangan 500 TKA Asal China

  • Whatsapp
Petugas menggiring Warga Negara Asing (WNA) di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sumatra Selatan, Palembang, Sumsel, Kamis (10/1/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi

HALUANRIAU.CO,BISNIS-Ombudsman Republik Indonesia menyatakan rencana mendatangkan 500 TKA asal China ke Indonesia, tidak masuk akal di tengah pandemi virus corona. Di sisi lain pemerintah meminta masyarakat tak beraktivitas di luar rumah.

Anggota Ombudsman Republik Indonesia Laode Ida minta Presiden Jowowi menundanya. “Sikap pempus (pemerintah pusat) seperti itu sangat-sangat disayangkan dan memprihatinkan. Terkesan terlalu mengistimewakan buruh asal China dan mengabaikan perasaan dan hak warga bangsa sendiri,”

Bacaan Lainnya

Ia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan kebijakan khusus untuk menunda kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China. Mereka datang untuk bekerja di perusahaan pemurnian nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry, di Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ida pun meminta Jokowi mengevaluasi pejabat yang tetap memaksakan kehendak untuk memasukkan TKA asal China di tengah pandemi virus corona.

Selain itu, kata Ida, Jokowi perlu mengeluarkan aturan agar seluruh proyek dari investasi asing wajib mempekerjakan rakyat Indonesia, khususnya yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi virus corona.

“Saya kira, umumnya jenis pekerjaan yang ada di investasi PMA mampu dikerjakan oleh warga bangsa sendiri, apalagi kategori buruh kasar,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Sultra Ali Mazi mengakui pemerintah pusat akan mendatangkan TKA asal China.

Ali mengingatkan kembali tentang demonstrasi penolakan masyarakat terhadap 49 TKA asal China di Sultra pada Maret lalu. Menurutnya, itu bisa saja terjadi kembali ketika 500 TKA asal China itu datang ke wilayahnya.

Sumber: CNNIndonesia

Comments

Pos terkait