Ditangkap Saat Pesta Ulang Tahun di Tengah Pandemi, Terdakwa Sempat Keberatan Terhadap Putusan Hakim

  • Whatsapp
Sidang online acara peradilan singkat Kota Pekanbaru

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Terdakwa kasus pelanggaran Peraturan Walikota (Perwako) Pekanbaru Nomor 74 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sempat mengajukan keberatan atas keputusan Majelis Hakim.

Persidangan singkat dan terbuka itu, berlangsung di Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru secara online.

Bacaan Lainnya

Pada sidang tersebut, dihadirkan 15 orang terdakwa pelanggaran PSBB, juga terhubung dengan Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan Saksi di Pengadilan Negri Pekanbaru.

Sidang online tersebut berlangsung kurang lebih selama satu jam, yang dimulai dari pembacaan dakwaan, keterangan saksi, pembelaan terdakwa, hingga putusan ditetapkan oleh Majelis Hakim.

15 orang muda mudi tersebut adalah Farjison, Rina Puspita Sari, Bellami Anwar, Ferry Rama Yanti, Yuliani, Robert Rick Juli, Angga Soegih Setiawan, Firmansyah Putra, Febrianto, Kartini, Abdul Rahman, Tengku Novieza, Harry Firnanda, Ryan Yunas Sapturi dan Agiz Tri Yuliani.

JPU menuntut para terdakwa Farjison yang mengadakan pesta ulang tahun dengan denda 3 juta rupiah subsider kurungan penjara 2 bulan, sementara 14 terdakwa lainnya denda 1 juta subsider kurungan penjara 1 bulan.

Majelis Hakim menyatakan 15 orang terdakwa bersalah dengan melanggar Pasal 216 KUHP ayat (1) dan Perwako Pekanbaru Nomor 74 Tahun 2020 ttg Pelaksanaan PSBB.

“Menyatakan para terdakwa bersalah melakukan tindak pidana tidak mengindahkan perintah pejabat yang berwenang. Untuk 14 terdakwa dihukum membayar denda Rp 800 ribu subsider 1 bulan penjara, sedangkan Farjison Rp 3 juta subsider 2 bulan penjara” ujar Hakim Ketua Setiono, Rabu (29/4).

Pada saat itu, para terdakwa sempat mengajukan keberatan terhadap denda yang ditetapkan hakim, terutama Fajrison yang terkena denda Rp 3 juta.

Namun hakim menolak dan mengatakan jika tidak ingin membayar denda silahkan jalani hukuman penjara.

“Tidak ada lagi keberatan, kan sudah ketuk palu. Kalau memang tidak mau bayar denda ya jalan lain kurungan badan,” ujar hakim lalu menutup persidangan.

Untuk diketahui, 15 orang yang terdiri dari 8 orang pria dan 7 orang wanita itu, terjaring razia yang dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda Riau, pada hari Jumat (10/4/2020) malam.

Saat itu 15 pemuda dan pemudi itu didapati sedang berpesta, berdansa dengan musik yang cukup keras.

Kemudian setelah dibawa ke Kantor Ditresnarkoba Polda Riau, dan diperiksa urine nya, hasil tes seluruhnya kedapatan positif narkoba.(*)

Reporter : Akmal

Comments

Pos terkait