Terkait Aktivitas Data Corona, Tiga Aktivis China Hilang

  • Whatsapp
Ilustrasi virus corona(Shutterstock) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Update Virus Corona di Dunia 30 Maret 2020: 720.117 Terinfeksi, 149.082 Sembuh ", https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/30/071734165/update-virus-corona-di-dunia-30-maret-2020-720117-terinfeksi-149082-sembuh. Penulis : Vina Fadhrotul Mukaromah Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

HALUANRIAU.CO,BEIJING-Tiga aktivis di Beijing, China, menghilang terkait pengarsipan artikel-artikel tentang kesaksian wabah virus corona di negara itu. Kerabat salah satu korban mengatakan, ketiganya kemungkinan ditahan polisi.

Chen Mei serta Cai Wei dan kekasihnya, bermarga Tang, hilang sejak 19 April. Mereka berkontribusi pada proyek pengembangan platform perangkat lunak GitHub.

Bacaan Lainnya

Menurut Chen Kun, kerabat Chen, ketiganya sedang menggarap proyek Terminus2049, yaitu mengumpulkan dan mengarsipkan artikel-artikel tentang virus corona yang sempat dirilis di berbagai media massa ldan media sosial namun diblokir oleh otoritas China karena terkena sensor.

Dalam surat pemberitahuan kepolisian Distrik Chaoyang, Beijing, yang diberikan kepada keluarga, dua aktivis yakni Cai dan Tang didakwa atas perbuatan yang dapat memicu pertengkaran dan memprovokasi.

Saat ini keduanya dilaporan berada dalam tahanan rumah di lokasi tertentu.

Chen Kun mengatakan, dia masih menunggu konfirmasi resmi dari kepolisian Chaoyang tentang nasib adiknya, berusia 26 tahun.

“Yang saya tahu Cai dan Tang menghilang dalam waktu bersamaan dengan Chen Mei,” kata Chen Kun, kepada AFP, Senin (27/4/2020).

Proyek online itu mengumpulkan banyak artikel sensitif soal kesaksian warga mengenai wabah virus corona dan diterbitkan dalam beberapa bulan terakhir, seperti pengalman pribadi yang disampaikan warga Kota Wuhan serta wawancara dengan dokter Ai Fen dari Rumah Sakit Pusat Wuhan.

Ai merupakan salah seorang whistleblower kasus virus corona yang sempat dimintai keterangan polisi karena dianggap menyebarkan informasi bohong dan menimbulkan keresahan.

Artikel tersebut diterbitkan oleh majalah People pada Maret dan menjadi viral setelah dibagikan oleh netizen China, bahkan sudah diubah ke sejumlah bahasa dan format, termasuk kode Morse, untuk menghindari sensor pemerintah. Namun tetap saja otoritas mampu melacaknya.

Berita menghilangnya trio Terminus2049 membuat heboh jagad maya di kalangan aktivis China.

“Pertengkaran apa yang mereka buat dan masalah apa yang mereka provokasi? Tunjukkan pada saya bukti hukum,” kata profesor sosiologi Universitas Tsinghua, Guo Yuhua, di Twitter.

 

Sumber: Okezone.com

Comments

Pos terkait