Sitty Hikmawaty Dipecat Jokowi dari Komisioner KPAI, Direkomendasikan Dewan Etik

Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty. (ANTARA/Prisca Triferna)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA — Presiden Jokowi berhentikan secara tidak hormat Sitty Hikmawaty dari jabatannya sebagai Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Keputusan pemberhentian dengan tidak hormat tersebut dikeluarkan oleh Presiden Jokowi setelah menerima sejumlah masukkan. Alasan pemecatan Sitty Hikmawaty dari posisi Komisioner KPAI antara lain karena pernyataannya yang bikin heboh terkait berenang bisa hamil. Pernyataan itu dinilai melanggar empat prinsip kode etik KPAI.

Bacaan Lainnya

Secara resmi, pemecatan Sitti Hikmawatty berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 43/P Tahun 2020 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia periode 2017-2022.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Utama Kementerian Sekretaris Negara, Setya Utama. Setya Utama membenarkan bahwa Jokowi telah menandatangani keppres tersebut.

“Sudah (ditandatangani), betul,” kata Setya, dikutip dari Wartakota.com, Selasa (28/4).
Dalam klausul pertama Keputusan Presiden Nomor 43/P Tahun 2020 tersebut tercantum keputusan presiden memberhentikan Sitty secara tidak hormat.

“Memberhentikan tidak dengan hormat Dr. Sitti Hikmawatty, S.ST., M.Pd. sebagai Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia Periode Tahun 2017-2022,” bunyi klausul pertama keppres tersebut.

Kemudian, klausul kedua menyebutkan, pelaksanaan keputusan presiden ini lebih lanjut dilakukan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Sebelumnya, pemecatan Sitti direkomendasikan oleh Ketua Dewan Etik KPAI I Dewa Gede Palguna.

Menurut I Dewa, Sitti dianggap bersalah karena pernyataannya soal perempuan bisa hamil di kolam renang.
Ia juga menilai, Sitti masih bersikeras dengan anggapan bahwa ia hanya tidak tepat menyampaikan pernyataan itu yang seharusnya berada di forum ilmiah.

“Tetapi ternyata yang bersangkutan tetap beranggapan bahwa ia hanya tidak tepat menyampaikan pernyataan itu,” kata I Dewa.

“Yang dimaksud tidak tepat menurut yang bersangkutan adalah mestinya saya menyampaikan ini di forum ilmiah katanya.”

“Berarti yang bersangkutan tetap meyakini pernyataan itu sebagai pernyataan yang benar. Di situ persoalannya,” paparnya.(*)

Sumber: Wartakota.com

Comments

Pos terkait