Lamban Distribusikan Bansos, Pemko Pekanbaru Dikritik Mahasiswa

  • Whatsapp
Ketua BEM Fakultas Ekonomi UMRI Iyowan May Ozifa

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Bantuan Sosial (Bansos) Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendapatkan kritikan dari kalangan mahasiswa.

Bagaiamana tidak, sudah di penghujung pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Pekanbaru, bantuan baru tersalurkan 15 ribu paket dari 36 ribu KK yang terdata.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Iyowan May Ozifa, mengatakan bahwa hal ini menjadi bukti lamban nya respek dari Pemko Pekanbaru.

“Pemerintah Kota pekanbaru dalam hal ini lamban memberikan pendistirbusian sembako kepada masyarakat yang terkena pandemi Covid 19,” kata Iyowan, Senin (27/4).

Lebih lagi, sebut Iyowan, selama ini pemerintah berdalih terkendala validasi regulasi dan tidak sinkron nya data. “Padahal mereka (Pemko, red) mengatakan bantuan sembako bakal dibagikan menjelang ramadhan. Tapi apa? Ini udah berakhir lagi nih PBB nya,” ungkap nya lagi.

Jika seperti ini, tegas nya, Pemko tidak serius dalam menangani permasalahan yg terjadi di tengah masyarakat, yang pada akhirnya bisa berujung ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah saat ini.

“Masyarakat butuh kejelasan dan kepastian dari apa yang sudah diumumkan, bukan lagi masih berbicara kapan bantuan disalurkan, dan siapa saja yg layak, bahkan disuatu tempat ada warga yg menolak bantuan dikarenakan ketidakadilan dalam penyaluran,” singkat Iyowan.

Reporter : Akmal

Comments

Pos terkait