Peras Pengusaha Sembako saat Pandemi Corona, Oknum Serikat Pekerja di Pekanbaru Diamankan

  • Whatsapp
Dua oknum pengurus SPTI Kecamatan Tampan menjalani pemeriksaan di Polda Riau.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengamankan tiga orang oknum pengurus serikat pekerja di Kompleks Pergudangan Avian Pekanbaru. Mereka diduga melakukan pemerasan dengan modus bongkar muat minyak goreng milik pemerintah.

Dua dari tiga oknum itu, yakni JH (52) dan ES (36) telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah pengurus Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Kecamatan Tampan. Seorang lainnya, BS (48) yang tak lain adalah anggota SPTI Tampan, masih berstatus saksi.

BACA : Serikat Pekerja Minta Upah Tinggi, Pembongkaran Minyak Goreng Milik Pemerintah di Pergudangan Avian Pekanbaru Nyaris Gagal

Aksi mereka sebelumnya viral di media sosial. Seperti yang diunggah oleh akun Facebook Forda Ukm, Sabtu pagi sekitar pukul 8.30 WIB. Dalam statusnya, Forda Ukm Riau menuliskan jika Kota Pekanbaru sudah menjadi sarang preman pemerasan. Pembongkaran minyak makan (minyak goreng, red) di Pergudangan Avian Pekanbaru batal karena biaya bongkar selangit.

Akun Forda Ukm Riau juga menuliskan hastag Presiden Jokowi, Kepolri, Kapolda Riau, dan Kapolresta Pekanbaru.

“Setelah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi, barang bukti rekaman video dan terduga pelaku, dua orang ditetapkan tersangka dan sudah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, melalui Kabid Humas, Kombes Pol Sunarto, Senin (27/4) malam.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho memaparkan peran masing-masing pelaku. Tersangka JH, kata dia, sebagai orang yang melarang pengurus gudang untuk bongkar minyak goreng dalam truk Tronton R-10, dan harus dilakukan oleh tenaga bongkar yang dikelola serikat pekerja.

“Dia diduga meminta uang upah bongkar sebesar Rp1 juta, dan tidak boleh ditawar,” beber Kombes Pol Zain.

Sedangkan tersangka ES adalah orang yang mengancam akan membakar truk untuk menakuti pengurus gudang agar menuruti permintaan upah bongkar yang diminta para pelaku.

“Menurut keterangan tersangka JH, uang hasil pemerasan diserahkan ke PAC SPTI Tampan sebesar Rp500 ribu, dan sisanya untuk Pengurus SPTI Kota Pekanbaru., Saat ini masih terus dilakukan pendalaman,” pungkas Kombes Pol Zain.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 368 Jo 55 KUHP, Jo Pasal 335 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun kurungan penjara.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait