Ketua RT/RW Tolak Bagikan Sembako Tak Sesuai Data, Walikota Pekanbaru Dinilai Pemecah Belah

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU -Ketua RT/RW se Kota Pekanbaru, mengancam tidak akan menyalurkan bantuan sembako dari Pemko Pekanbaru, jika bantuan yang diberikan tidak sesuai dengan data yang diberikan oleh RT/RW. Pasalnya Pemko Pekanbaru telah membatasi jatah RT/RW yang telah didata dan diserahkan ke kelurahan.

Dimana Walikota Pekanbaru hanya memberikan sebanyak 15.625 sembako, bagi warga miskin yang sesuai data Dinsos Kota. Bukan terhadap masyarakat yang terdampak covid-19. Jika dibagikan 16.500 tersebut ke 12 Kecamatan, maka, masing-masing Kecamatan hanya menerima sebanyak 1.300 paket Sembako.

Selanjutnya dibagikan ke kelurahan, dimana masing-masing Kecamatan terdiri dari 5-7 Kelurahan, maka masing-masing kelurahan hanya menerima 185 paket sembako. Jika di kelurahan tersebut terdapat 6 RW, maka per RW hanya menerima 30 paket Sembako dan dibagikan ke RT masing-masing RT hanya menerima 4-5 paket sembako.

“Ini kan namanya konyol Pemkonya, sampai ke RT itu paket sembako hanya 5-6 paket, sementara data yang kami kirimkan sesuai dengan item yang ada di brosur penerima sembako, akibat dari dampak PSBB covid-19 ini, kami serahkan sebanyak 25-30 data warga miskin dan yang terdampak. Ini kan sama saja Walikota mengadu kami dengan warga, dan warga dengan warga,” ujar salah seorang RW di Tampan.

“Coba bayangkan bagaimana kami membaginya. Hanya 5 paket sembako yang diberikan ke RT, dari 30 data yang kami serahkan, dimana letak keadilannya bagi warga terdampak Covid-19 ini. Banyak warga kami dirumahkan akibat PSBB dari Pemko ini, seharusnya diberikanlah ke warga yang terdampak, sesuai data yang kami kirimkan,” kesalnya lagi.

Hal yang sama juta disampikan oleh ketua RT di Rumbai, ia menyatangkan pembatasan sembako yang diberikan oleh Pemko Pekanbaru. Selain datangnya lambat, juga akan menjadi konflik diantara warga, dan akan terjadi kecemburuan sosial. Dan yang menjadi sasarannya adalah RT yang mendata warga, sesuai dengan data yang diserahkan oleh pihak kelurahan.

“Kalau seperti ini kan yang disalahkan RY nya, mereka sudah didata, tapi tidak menerima sembako. Kalau hanya 5 orang yang menerima berat bagi saya untuk membagikannya. Bayangkan saja, hampir semua warga saya tersampa covid-19, sampai sekarang belum mendapatkan sembako. Bahkan ada yang datang kerumah, agar ia mendapatak sembako,” kata Ketua RT ini.

“Jadi nanti kami biarkan saja di lurah itu yang membagikan, kan mereka yang tau warga miskin bukan kami di RT kami ini. di RT saya saja yang saya ajukan ada 30 orang warga dari data yang diberikan,” katanya lagi.

Sebelumnya diberitakan, Pemko Pekanbaru mulai menyalurkan Beras Cadangan Pemerintah (BCP) dan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Penyaluran bantuan dikemas secara simbolis di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Sabtu (25/4) kemarin.

Walikota Pekanbaru Firdaus MT mengatakan, ada 15.625 paket sembako, yang disebarkan ke 12 Kecamatan Pekanbaru. Walikota langsung memimpin pelepasan sembako itu.

 

 

 

Reporter: Nurmadi

Comments

Pos terkait