Selain Wabup, Jaksa Juga Periksa Bupati Kuansing dalam Perkara Rasuah Rp13 M

  • Whatsapp
Bupati dan Wakil Bupati Kuantan Singingi, Mursini-Halim.(Internet)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Mursini akhirnya menjalani pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kajari) setempat, Selasa (14/4). Dia diperiksa sebagai saksi dalam perkara rasuah yang tengah diusut Korps Adhyaksa itu.

“Iya, sebagai saksi,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kuansing, Gempa Awaljon Putra, saat dijumpai di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Selasa siang.

Mursini dimintai keterangan dalam perkara dugaan korupsi pada enam kegiatan di Sekretariat Daerah (Setda) Kuansing terkait anggaran belanja barang dan jasa. Kegiatan itu bersumber dari APBD kabupaten tersebut tahun anggaran 2017 senilai Rp13.300.600.000.

BACA : Mantan Plt Sekda Kuansing dan 4 Bawahannya Tersangka Rasuah Rp13 M

Adapun 6 kegiatan yang dimaksud, yaitu kegiatan dialog atau audiensi dengan tokoh-tokoh masyarakat, pimpinan atau anggota organisasi sosial dan masyarakat. Kegiatan penerimaan kunjungan kerja pejabat negara atau departemen atau lembaga pemerintah non departemen atau luar negeri.

Lalu, kegiatan rapat koordinasi unsur muspida. Kegiatan rapat koordinasi pejabat pemerintah daerah. Dan kegiatan kunjungan kerja atau inspeksi kepala daerah atau wakil kepala daerah. Dan kegiatan terakhir adalah kegiatan penyediaan makanan dan minuman (rutin) ada Setdakab Kuansing tahun anggaran 2017.

Mursini dimintai keterangan untuk melengkapi berkas 5 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah mantan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Muharlius. Dalam enam kegiatan itu, Murhalius bertindak sebagai Pengguna Anggaran (PA).

Empat tersangka lainnya, adalah bawahannya Murhalius di Setdakab Kuansing. Mereka adalah M Saleh yang merupakan Kepala Bagian (Kabag) Umum Setdakab Kuansing kala itu, sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) pada 6 kegiatan itu.

Lalu, Verdy Ananta selaku Bendahara Pengeluaran Rutin Setdakab Kuansing enam kegiatan itu, Hetty Herlina yang merupakan mantan Kasubbag Kepegawaian Setdakab Kuansing dan selaku Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK), dan Yuhendrizal selaku Kasubbag Tata Usaha Setdakab Kuansing dan PPTK terhadap kegiatan makanan dan minuman (rutin) pada Setdakab Kuansing tahun 2017.

Sejatinya, Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Riau itu diperiksa pada Senin (13/4) kemarin. Namun hal tersebut urung dilakukan, karena Mursini kala itu ada kegiatan yang tak bisa ditinggalkan.

“Jadi baru bisa diperiksa pada hari ini,” lanjut mantan Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PB3R) Kejari Bireuen, Aceh itu.

Masih dikatakannya, dalam perkara ini sudah 46 saksi yang diperiksa. Mereka terdiri dari penyedia barang dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing.

Tidak hanya itu, para pesakitan itu juga telah dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai tersangka. Termasuk juga, Wakil Bupati Kuansing, Halim.

“Sudah juga. Yang bersangkutan (Halim,red) diperiksa pada pekan lalu,” pungkas Gempa.

 

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait