Bravo 5 Kabupaten Pelalawan Laporkan Akun yang Posting Ujaran Kebencian Meninggalnya Ibu Jokowi di Media Sosial

  • Whatsapp
Ketua Bravo 5 Kabupaten Pelalawan Apul Nababan SH MH (baju putih ) usai melapor ke Polres Pelalawan

HALUANRIAU.CO, PANGKALAN KERINCI – Merebaknya ujaran kebencian di media sosial seperti Facebook terkait wafatnya ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa hari yang lalu telah meresahkan berbagai kalangan.

Mereka berharap pihak kepolisian segera melakukan tindakan tegas terhadap akun-akun yang dinilai telah menyebarkan ujaran kebencian sehingga patut diduga hal ini dapat melemahkan rasa persatuan di setiap anak bangsa

Ketua Ormas Pejuang Bravo 5 Kabupaten Pelalawan, Apul Sihombing SH, MH ketika mendapatkan laporan dari Sekretarisnya Anton Sikumbang terkait beberapa postingan di FB yang melakukan ujaran kebencian langsung beraksi cepat.

Setelah melakukan konsolidasi dengan beberapa orang pengurus organisasi, akhirnya disepakati membuat laporan resmi ke pihak kepolisian agar akun-akun yang menyebarkan ujaran kebencian segera ditindak lanjuti dan diproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

“Kami berharap pihak kepolisian menangkap dan menindak para pelaku yang telah menghina dan memfitnah Jokowi dan ibundanya. Karena itu sudah diluar tindakan kemanusian”, ujar Apul Nababan SH MH, seusai membuat laporan resmi di Polres Pelalawan, Jumat (27/3).

Dalam keterangan Pers nya, Apul Sihombing yang juga berprofesi sebagai pengacara berharap kepada pihak-pihak yang tidak menyukai seseorang untuk tidak mengumbar kebenciannya di media sosial, apalagi terhadap simbol-simbol negara seperti Presiden Republik Indonesia.

“Bagaimanapun beliau adalah Presiden kita yang terpilih secara konstitusi dan harus kita hormati. Apalagi saat ini kita sedang berduka dengan wabah virus covid-19 dan meninggalnya ibunda Presiden Jokowi. Semestinya kita sebagai warga negara menunjukan kepedulian kita dengan mengucapkan rasa belasungkawa dan turut berduka cita atas musibah ini, bukan sebaliknya malah menghina, memojokkan dan membuat ujaran kebencian”, kata Ia dengan wajah yang terlihat geram.

 

 

 

Reporter: Anton Dalimunte

Comments

Pos terkait