Dewan Gelar Rapat Bahas Pengalihan Anggaran Hingga Ketersediaan Pangan

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru menggelar pertemuan mendadak bersama Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru di ruangan Badan Musyawarah (Banmus) Kantor DPRD Kota Pekanbaru, Jumat (27/3).

Rapat tersebut membahas persiapan anggaran penanggulangan wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Bacaan Lainnya

Pertemuan tersebut dengan landasan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri mengatakan bahwa untuk Kota Pekanbaru memang sudah anggaran yang disiapkan.

Itu semua akan dibahas melalui RKA Perubahan dan sesuai petunjuk Permendagri 2020.

“Rapat kita tadi menindaklanjuti inpres darurat bencana covid-19 yang sudah dikeluarkan oleh Presiden RI.

Di mana dari rapat tadi kota akan melakukan pergeseran anggaran, dan diminta setiap OPD menyiapkan anggaran melalui program percepatan peanggulangan covid-19,” kata Azwendi.

Pada pertemuan tadi, jelas politisi Demokrat ini, lebih fokus membahas soal ketersediaan anggaran, baik itu anggaran APD, obat-obatan dan lainnya.

Namun, ada hal yang perlu diperhatikan yakni rencana pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia, Singapura dan negara lainnya melalui Kepri dan wilayah transit, berpotensi besar yaitu melalui kota Pekanbaru, untuk itu Pemko diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kita tadi juga singgung soal pemulangan TKI yang daerah transit yang berpotensi besar itu melalui Pekanbaru,  persiapannya seperti apa, makanya kita juga minta pintu-pintu masuk baik darat, laut dan udara diawasi, siapkan anggaran personil untuk pengamanannya,” ulasnya.

Sebab, wabah ini sangat luar biasa dan TKI yang dipulangkan ini bisa saja membawa virus makanya untuk memutus mata rantai perlu langkah antisipasi cepat.

Selain itu, Azwendi juga menyinggung soal jaminan persediaan pangan di Kota Pekanbaru selama wabah corona melanda Indonesa dan untuk pasokan beberapa bulan kedepan.

“Kita juga pertanyakan persediaan pangan kita seperti apa, untuk tiga bulan kedepan seperti apa. Kita minta jangan bergantung kepada Bulog saja. Oke kalau Bulog  menjamin ketersediaan pangan tiga bulan kedepan tapi bagaimana jika kasus ini terjadinya panjang.

Terjadi kepanikan masyarakat, makanya kita tadi minta ke pemko siapkan anggaran untuk kebutuhan pangan kota Pekanbaru untuk dua sampai tiga bulan yang sifatnya pendamping dari yang bulug sediakan,” bebernya.

Pengusaha sembako, juga menjadi perhatian ya agar tidak memanfaatkan kesempatan untuk bermain harga. Pemko pun diminta untuk mengeluarkan surat edaran terkait akan hal itu.

Terakhir Azwendi juga meminta Pemko untuk mengeluarkan surat edaran dan ditegaskan kepada pedagang sembako dan pelaku usaha alat kesehatan agar tidak memanfaatkan kesempatan untuk bermain harga.

“Agar ada harga eceran tertinggi yang dikendalikan pemko dengan harapan tidak ada yang bermain, baik itu harga sembako maupun untuk APD, jika masih ada yang membandel tentu harus ditindak tegas tangkap mereka yang menyalahi,” tutupnya.(ADV)

Comments

Pos terkait