Walaupun Rapid Test Negatif Corona, Dinkes Tetap Minta Isolasi Mandiri Selama 14 Hari

Ruang isolasi pasien corona di RSUP Persahabatan. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

HALUANRIAU.CO, JAKARTA — Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan meminta warga yang telah menjalani rapid test covid-19 untuk mengisolasi diri secara mandiri selama 14 hari, apabila hasil tes menunjukkan negatif covid-19.

Sebab, orang dengan hasil rapid test negatif masih dianggap berpotensi terinfeksi virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) dan menularkan virus kepada orang lain (dianggap infeksius).

Bacaan Lainnya

Informasi mengenai hal tersebut disampaikan Dinas Kesehatan melalui akun resmi Instagram @dinkesdki.

Apabila selama masa isolasi 14 hari, orang yang bersangkutan menunjukkan gejala atau kondisi memburuk, orang tersebut akan dirujuk ke rumah sakit dan menjalani pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).

Namun, jika tidak mengalami gejala apa pun atau kondisi tidak memburuk, orang yang bersangkutan diminta untuk rapid test ulang sekali lagi pada hari ke-7 sampai hari ke-10 setelah rapid test pertama.

Jika hasilnya positif, orang yang bersangkutan akan menjalani pemeriksaan PCR. Namun, jika hasilnya tetap negatif, orang tersebut dinyatakan tidak terinfeksi.

Pihak puskesmas diketahui akan melakukan rapid test secara aktif terhadap warga yang masuk tiga kriteria.

Kriteria pertama, warga yang kontak erat dengan risiko rendah, yakni orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien dalam pengawasan (PDP).

Kriteria kedua, warga yang kontak erat dengan risiko tinggi, yaitu orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi/probabel covid-19.

Sementara kriteria ketiga adalah orang dalam pemantauan (ODP).(*)

 

Sumber: Kompas.com

Comments

Pos terkait