Virus Corona Mewabah, Ini Kemudahan Pelayanan yang Diberikan Kejari Pekanbaru

  • Whatsapp
JPU pada Kejari Pekanbaru mengikuti persidangan dengan memanfaatkan fasilitas video confrence.(Dodi Ferdian)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru membuat beberapa terobosan agar pelayanan masyarakat tetap berjalan di tengah mewabahnya virus corona. Itu dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas informasi teknologi (IT) untuk mengurangi interaksi langsung dengan pihak-pihak terkait.

Demikian diungkapkan Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru, Andi Suharlis, Kamis (26/3). Dikatakan dia, masyarakat khususnya para pencari keadilan, tidak perlu berkontak langsung dengan petugas. Salah satunya, dalam pelayanan tilang.

“Kita sudah menyediakan call center (082268246830 dan 081292006553) melalui aplikasi WhatsApp Messenger,” ujar Andi Suharlis yang didampingi Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Robi Harianto, dan Kasi Intelijen Budiman.

Untuk mendapatkan pelayanan itu, Kajari mengatakan, masyarakat hanya perlu mengirimkan resi pelanggaran dan bukti pembayaran ke bank. Dari sana petugas akan mengecek ke sistem yang dimiliki.

“Setelah itu, surat kendaraan yang biasanya disita akan dikirim ke rumah warga. Kami menggunakan jasa ojek online dengan sistem go send, bisa kami order, dan masyarakat yang bayar,” lanjut dia.

Selain tilang, kemudahan juga diterapkan Kejari Pekanbaru untuk pengembalian barang bukti perkara. Masyarakat bisa menghubungi petugas yang perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Melalui call center di nomor seluler 081268289977, masyarakat mencantumkan nama terdakwa, nama jaksa penuntut umum dan jenis barang bukti. Setelah dicek dan ternyata benar, maka akan datang petugas ke rumah warga mengantarkan barang bukti.

“Hari ini ada dua pengembalian barang bukti. Ini tidak pakai jasa ojek online, ada mobil kejaksaan. Tadi dua sepeda motor diantarkan petugas ke Kecamatan Rumbai,” sebut mantan Jaksa Fungsional di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Di tengah pandemi virus corona ini, Korps Adhyaksa Pekanbaru itu juga merubah sistem tahap II. Para pihak terkait dalam proses pelimpahan tersangka dan barang bukti itu, tidak perlu lagi bertatap muka di Kantor Kejari.

Penyidik kepolisian hanya perlu menyelesaikan sistem administrasi dan penyerahan barang bukti tanpa kontak langsung. Setelah semuanya lengkap, perkara akan segera diajukan untuk penuntutan.

“Sekarang tahap II, tahanan tetap di penyidik. Yang ke kami hanya administrasi pelimpahan dan barang bukti. Jadi tidak ada interaksi orang,” tutur dia.

Selain pelayanan, persidangan di Pekanbaru juga sudah dilakukan tanpa pertemuan antara majelis hakim, jaksa, terdakwa, pengacara dan saksi dalam suatu ruangan. Persidangan saat ini dimanfaatkan video conference (vidcon).

Dalam sidang online ini, ada dua skema diterapkan. Pertama ada jaksa, hakim dan terdakwa hadir dalam vidcon. Skema ini diterapkan dalam pembuktian perkara cukup mudah.

“Misalnya (perkara) narkoba. Saksi dari penyidik itu datang ke Kejari, vidcon dengan majelis hakim,” sebut dia.

Sementara skema kedua, tambah Andi, dilakukan dalam perkara pembuktian yang cukup rumit, di mana banyak menghadirkan saksi. Saksi ini datang ke pengadilan untuk vidcon dengan majelis hakim.

“Sementara jaksa tetap di Kejari dan terdakwa tetap di tahanan. Semuanya terhubung secara online,” sambung Andi.

Andi menyebut sidang vidcon ini diberlakukan untuk semua perkara. Selama siang berlangsung, pihaknya tetap memperhatikan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Dipastikan agar berjalan sesuai KUHAP, yang sidang untuk orang dewasa terbuka untuk umum, sementara untuk anak dilakukan tertutup,” kata Andi.

Andi menyebut sidang dan pelayanan lainnya secara online diberlakukan hingga wabah virus corona ini berakhir. Diapun mengajak masyarakat ikut serta memutus virus yang pertama kali mewabah di Cina ini.

 

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait