505 TKI dari Malaysia Berlabuh di Dumai, Suspect Covid-19 Langsung di Karantina di Pulau Galang

Petugas Bandara SSK II Pekanbaru saat mendeteksi warga di pintu masuk dengan menggunakan thermal scan. Foto NURMADI-Haluanriau.co

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau, telah menyiapkan penyambutan kedatangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia yang akan tiba di Pelabuhan Dumai, Kamis (26/3).

TKI ini akan dipulangkan secara bertahap melalui Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepri.

Bacaan Lainnya

Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan, kedatangan WNI dari Malaysia ini sudah di koordinasikan dengan Walikota Dumai, KKP, TNI/Polei dan tim gugus tugas Covid-19.

Diperkirakaan nantinya WNI yang akan masuk melalui pelabuhan Dumai ini berjumlah 505 orang.

“Hari ini kami sudah rapat bersama, Danrem, Kapolda dan dengan Pemerintah Kota Dumai. Untuk mengurus pemulangan TKI dari Malaysia.

Pemulangan TKI ini dilakukan pada pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepri,” ujar Gubri, usai rapat di gedung daerah.

Ia melanjutkan, WNI yang dipulangkan dari Negeri Jiran tersebut berasal dari berbagai daerah mulai dari Aceh hingga Lampung.

“Sekarang di Dumai tinggal menunggu kehadiran kapal dari Malaysia, dan dalam perjalanan. Besok juga akan datang apakah siang atau sore menunggu kedatangan mereka saja.

Diperkirakan sekitar 500 orang dari berbagai daerah untuk Sumatra, mulai dari Aceh sampai lampung,” kata Gubri lagi.

Lebih jauh dikatakan Gubri, untuk semua TKI yang masuk ke pelabuham Dumai keseluruhannya telah di cek kesehatan mulai kedatangannya di Tanjung Balai Karimun.

Bagi TKI yang dinyatakan suspect covid-19, akan langsung dipisahkan untuk selanjutnya di karantina selama 14 hari.

“Jika saat di cek kesehatannya tidak baik maka tim kesehatan langsung mengkarantinakannya.

Jadi pengecekannya tidak lagi di Dumai, tapi di Tanjung Balai. Apabila ketemu yang tidak sehat Karantina nya di Pulau Galang, Kepri,” jelas Gubri.

“Untuk TKI asal Riau, kita belum tau pasti ada berapa orang. Ada yang dari Selatpanjang, ada juga dari Tembilahan, Bengkalis, dan daerah lainnya,” ungkap Gubri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan dengan masuknya TKI dari Malaysia, maka akan bertambah Orang Dalam Pemantauan (OPD).

Saat ini dari situs Covid-19 Riau, jumlah OPD di Riau mencapai, 3.277 orang.

“Yah tentu bertambah OPD di Riau, yang masuk dari Malaysia. Sekarang ini yang positif di Riau masih satu orang belum ada tambahan.

Dan yang positif itu sekarang sudah mulai membaik, hasil swap yang ketiga negatif,” terang Mimi.

“Pasien M yang sekarang negatif itu tetap masih dalam masa isolasi. Masih ada pemeriksaan swap dua kali lagi, kalau negatif baru dikoordinasikan dengan tim kesehatan, apakah boleh pulang atau tidak,” tambah Mimi.

Sementara itu, dari proses pemantauan tim gugus tugas covid-19 di wilayah Riau saat ini mencapai 3.228 orang, selesai pemantauan sebanyal 49 orang.

Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 70 orang. Sebanyak 50 orang pasien masih dirawat dan 20 orang sudah dipulangkan. Sedangkan pasien yang di konfirmasi 10 orang dengan pasien positif 1 orang.(*)

 

Reporter: Nurmadi

Comments

Pos terkait