RSUD Bangkinang Keluhkan Minimnya APD Penanganan Virus Corona

  • Whatsapp
RSUD Bangkinang.(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, BANGKINANG-Minimnya alat pelindung diri (APD) menjadi salah satu persoalan yang dikeluhkan hampir semua rumah sakit yang menjadi rujukan pasien yang terindikasi Coronavirus disease 2019 atau Covid-19. Salah satunya, RSUD Bangkinang.

BACA : Data Covid-19 Gugus Tugas Nasional Riau Bertambah 1, Kadinkes: Itu Data Pasien yang Sama Masuk Lagi

Demikian diungkapkan Direktur RSUD Bangkinang Asmara Fitrah Abadi melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Firdaus P Sabri, Selasa (24/3). Dikatakan dia, saat ini jumlah APD yang ada, seperti masker dan gaun isolasi, jumlahnya sangat terbatas.

Dia memperkirakan, persediaan yang ada saat ini akan bertahan dalam beberapa minggu ke depan.

BACA : 93 Warga Kecamatan Kampar Masuk Kategori ODP Virus Corona

“Kita berharap pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dapat mengatasi hal ini secepat mungkin. Takutnya nanti kita tidak bisa lagi merawat (pasien) karena kehabisan APD,” ujar Firdaus saat ditemui di ruang kerjanya.

“Sedangkan orang yang sudah menggunakan APD standar lengkap saja masih tertular. Apalagi jika kita tidak memiliki perlindungan lengkap. Ini yang paling penting,” sambung dia.

Dijelaskannya, RSUD Bangkinang merupakan salah satu rumah sakit rujukan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Riau. Saat ini, kata Firdaus, pihaknya telah menyiapkan 3 ruang isolasi.

“Untuk mengantisipasi penularan, kami sudah fokuskan ruangan isolasi ini berada terpisah dari gedung utama,” lanjut Firdaus.

Di dalam ruang isolasi itu, dilengkapi dengan 5 tempat tidur, dengan rincian 4 tempat tidur perawatan dan satu tempat tidur isolas. Pihaknya juga telah menugaskan tim khusus, yang hanya menangani kasus infeksi virus corona.

Tim khusus itu, sebut dia, dibebastugaskan dari tugas lain. Mereka hanya fokus untuk di rungan isolasi tersebut, dengan rincian 13 orang perawat dan 6 orang dokter.

“Sudah kita fokuskan di sana, dan juga nanti dibantu dengan tim penunjang seperti di laboratorium radiologi. Penunjang lainnya, seperti sekuriti dan cleaning service, itu juga sudah kita siapkan,” kata Firdaus.

Lebih lanjut dikatakannya, sejauh ini pihaknya telah menangani sejumlah pasien yang terindikasi virus corona. Mereka, sebut dia, berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP)

“Untuk pasien ODP, yang kita tangani ada tiga (orang), dan itu sudah kita pulangkan untuk (menjalani) isolasi di rumah. Untuk PDP, 1 orang,” tutur dia.

Dia berharap, seluruh lapisan masyarakat dapat memutus mata rantai penularan virus corona ini. Caranya, dengan mengurangi aktifitas fisik di luar rumah, dan menghindari berkumpul. Jika keluar rumah, masyarakat diharapkan menggunakan masker dan melakukan social distancing.

“Kami berharap kalau tidak terlalu penting, sebaiknya di rumah saja. Karena ini yang harus dilakukan saat ini. Banyak negara yang gagal (mengatasi corona), akibat masyarakatnya masih berkeliaran bebas,” imbuhnya.

“Kita juga berharap dari lintas sektoral lebih keras mengimbau masyarakat agar tidak keluar rumah. Karena masih kita lihat, saat ini masyarakat mengadakan pesta, padahal saat ini sudah dilarang untuk berkumpul,” pungkasnya.

Penulis : Amri
Editor : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait