Dinkes Inhu Bantah Lalaikan Pengantaran Jenazah di Puskesmas Polak Pisang, Elis : Tidak Benar Sampai 4 Jam

  • Whatsapp
Orang tua pasien yang membawa jenazah anaknya dengan sepeda motor. Namun Dinkes Inhu menyatakan tidak benar mereka harus menunggu hingga 4 jam

HALUANRIAU.CO, RENGAT-Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu membantah adanya unsur kesengajaan dari pihak Puskesmas Polak Pisang Kelayang dalam penyediaan Ambulance saat adanya bayi yang meninggal, sehingga orang tuanya membawa jenazah bayi tersebut dengan menggunakan sepeda motor ke Desa Palngko.

Sebelumnya tersebar berita bahwa pasien hamil, Karina melahirkan di Puskesmas Kelayang. Namun, Bayi yang dalam kandungan pasien sudah meninggal terlebih dahulu. Saat akan dibawa pulang, orang tua bayi, meminta untuk diantar pakai Ambulance.

Namun saat itu, kunci dan supir Ambulance tidak ada di tempat, sehingga pasien harus menunggu. Namun tersebar berita bahwa pasien menunggu hingga empat jam, hingga akhirnya orang tua bayi membawa jenazah bayi nya dengan menggunakan sepeda motor.

Kejadian tersebut terjadi, Minggu (8/3).

Kepala dinas kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu, Elis Julinarti menjelaskan kejadian sebenarnya yang terjadi, tidaklah seperti apa yang tersebar di tengah masyarakat. “Memang pasien harus menunggu karena kunci dan supir Ambulance tidak ada, ucapnya.

Namun menurutnya mereka hanya menunggu, 15-20 menit jelang kunci dan supir sampai di Puskesmas, namun pasien sudah membawa anaknya dengan sepeda motor.

Ditegaskannya, empat jam tidak mungkin, karena menurut pihak Puskesmas pasien baru datang ke Puskesmas sekira pukul 15.00 WIB dan diperiksa, ternyata bayinya sudah meninggal dalam kandungan.”Akhirnya pasien diminta untuk melakukan persalinan untuk keluarkan bayi dalam kandungannya, ungkap Elis.

Sekira pukul 16.00 WIB, bayinya bisa dikeluarkan dan kemudian mereka minta untuk diantarakan pakai Ambulance.

Jika memang 4 Jam, tentunya mereka sekurang kurangnya akan menunggu hingga jam 20.00 WIB malam. Namun bisa diliat daari foto yang ada, suasana masih terang, bayi mereka sudah mereka bawa.”Setelah kami konfirmasi ke yang mandikan jenazah, mereka memandikannya sekira pukul 17.30 WIB, tegasnya.

“Jika memang ada keterlambatan 15-20 menit, Ambulance kami minta maaf, namun untuk sampai 4 jam, itu tidak benar dan juga Ambulnace tentu juga ada prosedur penggunaannya, tambah Elis.

Ditambahkannya lagi, dirinya sudah meminta keterangan seluruh karyawan Puskesmas termasuk kepala Puskesmas Wandi dan beberapa pihak termasuk yang memandikan mayat.

 

 

 

Penulis: EBP

Comments

Pos terkait