Oknum Anggota DPRD Riau Berinisial SA Kembali Dipolisikan

  • Whatsapp
Massa dari Mahasiswa Pejuang Rakyat Riau (MPRR) pernah melakukan demonstrasi mendesak Polda Riau menangkap SA yang saat ini menjabat anggota DPRD Riau.(Internet)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Seorang pria berinisial SA kembali berurusan dengan pihak kepolisian. Sama seperti sebelumnya, oknum anggota DPRD Provinsi Riau itu dilaporkan terkait dugaan penipuan dan penggelapan buah sawit.

Adapun pihak yang melaporkan Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Rokan Hulu (Rohul) itu kali ini adalah dua orang pensiunan Polri. Mereka masing-masing berinisial SJ dan CNP.

Saat dikonfirmasi, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, tidak menampik hal tersebut. Dikatakan dia, laporan itu diterima sejak beberapa waktu yang lalu.

“Iya, ada laporannya,” ujar Zain Dwi Nugroho, Senin (9/3).

Menanggapi laporan itu, Kombes Pol Zain mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti dengan melakukan pengusutan dan pendalaman. Sejumlah pihak, lanjut dia, telah diundang untuk dilakukan klarifikasi. Proses tersebut diyakininya masih terus berjalan.

“Saat ini, kami masih melakukan klarifikasi,” pungkas mantan Kapolres Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, laporan itu terkait dengan pola kerja sama pengelolaan kebun sawit yang dilakukan Koperasi Karya Perdana (KKP). Dimana, SA disebut-sebut sebagai Ketua KKP.

SJ selaku anggota koperasi mengaku belum menerima pembayaran hasil kebun sawit seluas 200 hektare di Desa Rantau Kasai, Kecamatan Tambusai Utara, Rohul. SJ belum menerima pembayaran hasil kebun sejak 15 Januari sampai saat ini, sehingga mengalami kerugian sekitar Rp2,8 miliar.

Hal yang sama dialami oleh CNP. Pensiunan Polri itu belum menerima hasil kebun sawit seluas 320 hektare dan mengalami kerugian sekitar Rp4,4 miliar.

Sejauh ini, belum ada tanggapan dari SA. Telepon seluler dengan nomor 0811 896 ***, diketahui tidak bisa dihubungi.

Pesan singkat melalui fasilitas SMS maupun WhatsApp tidak terkirim. Disinyalir, nomor wartawan Haluan Riau (Haluan Media Group) telah diblokirnya.

Sebelumnya, SA pernah dilaporkan ke Polda Riau berdasarkan Laporan Polisi No STPL/520/X/2016/RIAU/SPKT tertanggal 10 Oktober 2016 atas dugaan penipuan dan penggelapan buah sawit di Kecamatan Pujud, Rokan Hilir (Rohil). Perbuatan SA disanyalir telah merugikan masyarakat sebesar Rp289 miliar.

Kasus ini diawali dari kerja sama antara Koperasi Sejahtera Bersama (KSB) dengan KKP dalam mengelola buah sawit pada tahun 2009 lalu. Lahan tersebut seluas 7.000 hektare lebih, dan hanya bisa dikelola 1.000 hektare.

SA ketika itu, adalah mitra KSB dalam pengelolaan kebun sawit milik koperasi seluas 1.102 hektare. Namun, SA hanya memberikan beberapa kali hasil kebun itu kepada koperasi, terhitung sejak Juni 2009 hingga 2018. Sehingga koperasi dinilai telah mengalami kerugian senilai Rp298 miliar.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, SA melakukan kerjasama kembali dengan pihak lainnya, yakni PT Torganda. Saat panen, ternyata KKP diduga tidak menyetorkan uang seperti yang diberikan perusahaan sebagai bapak angkat.

Sementara penjelasan PT Torganda, uang sudah diberikan seluruhnya. Artinya KKP tidak menyetorkan uang tersebut kepada KSB. Dalam proses penyelidikan kasus ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dari pihak pelapor yang jumlah sudah mencapai belasan orang.

Penanganan kasus ini sendiri sebelumnya sudah pernah naik ke tahap penyidikan, namun belum ada tersangka. Bahkan dalam perjalannya, Polda Riau sempat menghentikan penyidikan dengan diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Akan tetapi masyarakat yang tidak terima, mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Hasilnya, hakim memutuskan bahwa SP3 dicabut, dan Polda diminta untuk melanjutkan penyidikan tersebut.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait