Kejati Bakal Periksa Oknum Jaksa di Rokan Hulu

  • Whatsapp
Ilustrasi

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Seorang oknum Jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu (Rohul) berinisial JS harus berurusan dengan bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Jaksa wanita berjenis kelamin wanita itu diduga terlibat jual beli tuntutan dalam perkara narkotika yang ia tangani.

Saat dikonfirmasi, Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Riau, Heru Widarmoko membenarkan adanya laporan itu. Menurut dia, laporan tersebut disampaikan oleh sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Benar ada laporannya,” ujar Heru Widarmoko, Rabu (4/3).

Pihaknya, kata Heru, akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan memanggil pihak-pihak terkait untuk diklarifikasi. Termasuk sang oknum Jaksa tersebut.

“Akan ditindaklanjuti dengan klarifikasi. Dijadwalkan pekan depan yang bersangkutan (Jaksa JS,red) di klarifikasi,” imbuh mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cianjur, Jawa Barat (Jabar) itu.

Dari informasi yang dihimpun, Jaksa JS diduga menerima sejumlah uang untuk meringankan tuntutan hukuman seorang terdakwa perkara narkotika bernama Samsiah alias si Mbok.

Jual beli tuntutan hukuman itu berawal pada tahun 2019. Saat itu, Tika disuruh oleh terdakwa untuk menjumpai Jaksa JS. Kepada Jaksa JS, Tika yang merupakan anak dari terdakwa, menanyakan bagaimana cara untuk meringankan hukuman ibunya.

Oleh JS, saat itu Tika diberi dua pilihan. Pilihan pertama, jika keluarga mau menyetor uang Rp30 juta, maka tuntutan kepada terdakwa cuma satu tahun. Pilihan kedua, jika menyetor Rp15 juta, tuntutan untuk sang ibu menjadi dua tahun penjara.

Singkat cerita, Tika yang mewakili keluarganya mengambil pilihan kedua, yaitu menyetorkan uang sebanyak Rp15 juta. Uang tersebut tidak diserahkan langsung oleh Tika kepada Jaksa JS. Tetapi melalui salah seorang staf Kejari Rohul. Hal tersebut diketahui sesuai arahan Jaksa JS.

Pada saat sidang tuntutan dibacakan di Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengaraian, terdakwa Samsiah malah dituntut 3 tahun penjara. Terang hal ini membuat terdakwa kaget.

Atas hal tersebutlah keluarga terdakwa merasa tertipu, dikarenakan tidak sesuai dengan perjanjian. Cerita ini kemudian sampai ke telinga sebuah LSM di Rohul, hingga membuat laporan ke Kejati Riau.

Untuk diketahui, perkara tersebut telah divonis pengadilan. Dimana, terdakwa Samsiah dinyatakan bersalah, dan divonis selama 2 tahun penjara.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait