Terseret Masalah Hukum, Bupati Suyatno Copot Jabatan Anaknya di Pemkab Rohil

  • Whatsapp
Didampingi Penasehat Hukumnya, tersangka Arie Sumarna jalani proses tahap II di Kejari Pekanbaru.(Dodi Ferdian)

HALUANRIAU, BAGANSIAPIAPI-Sudah jatuh tertimpa tangga. Peribahasa itu yang tepat disematkan untuk Arie Sumarna. Selain terancam pidana, tersangka dugaan penganiayaan terhadap itu juga terancam kehilangan jabatannya di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil).

Tak tanggung-tanggung, permintaan itu disampaikan langsung oleh Bupati Rohil, Suyatno yang tak lain adalah ayah dari Arie Sumarna.

“Kepada BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, red), saya perintahkan untuk memberhentikan dari jabatan yang diemban oleh anak saya tersebut. Agar yang bersangkutan bisa konsentrasi pada masalah yang menimpanya,” ujar Bupati Suyatno, Jumat (28/2).

BACA : Anak Bupati Rohil Ini Akhirnya Dijebloskan ke Rutan

Arie Sumarna saat ini telah menghuni sel tahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Pekanbaru untuk 20 hari ke depan. Penahanan itu dilakukan usai proses tahap II atau pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polresta Pekanbaru kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dia diduga melakukan pengeroyokan bersama dua orang rekannya, masing-masing berinisial A dan B. Ketiganya melakukan penganiayaan terhadap Asep Feriyanto (37) hingga tak sadarkan diri.

Aksi barbar itu terjadi di parkiran Hotel Mona Plaza, Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru. Pasca kejadian itu, Ari kemudian diamankan petugas dan telah menyandang status tersangka. Sementara dua rekannya melarikan diri dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Bupati Suyatno secara pribadi sangat menyesalkan apa yang terjadi. Pada hari yang sama saat kejadian, dia telah mengutus perwakilan dari keluarga untuk menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban di Pekanbaru.

Pada kesempatan itu, Suyatno menyampaikan permohonan maaf atas apa yang terjadi kepada keluarga korban, dan menyatakan bahwa proses hukum biarlah berjalan sebagaimana mestinya.

Saat itu pihak keluarga korban menerima permohonan maaf itu, bahkan telah bersepakat untuk melakukan perdamaian. Meski begitu, masing masing pihak juga sepakat untuk tidak menganggu konsentrasi pihak kepolisian dalam menindaklanjuti kasus tersebut.

Tidak hanya itu, Bupati Suyatno yang didampingi Kasubbag DokPim Hasnul Yamin, juga menyampaikan permohonan maaf, terkhusus kepada korban dan masyarakat umum atas kejadian yang tidak mengenakkan tersebut.

“Kita tak perlu mencari pembenaran bahkan mengkambinghitamkan sesuatu akan apa yang terjadi. Proses hukum tetap berjalan tanpa intervensi,” kata dia.

“Saya ingin mengambil hikmah dari kejadian ini dan mudah-mudahan apa yang terjadi kepada saya saat ini, menjadi pembelajaran buat semuanya,” sambung dia.

Tidak hanya itu, dia juga mengapresiasi kinerja Polresta Pekanbaru yang cepat dan tanggap dalam menangani kasus tersebut.

“Biarlah proses hukum ini berjalan sebagaimana mestinya, dan sebagai orang tua kami tetap mendoakan agar ke depan semuanya bisa lebih baik,” pungkas Suyatno.

Penulis : Jhoni Saputra
Editor : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait