Sidang Pencemaran Ujaran Kebencian Terhadap Presiden di Tembilahan Aneh, Saksi Saling Menyalahkan

  • Whatsapp

HALUANRIAU.CO, TEMBILAHAN – Sidang lanjutan terdakwa Usman warga Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) atas dugaan kasus tindak pidana ujaran kebencian masuk pada tahap keterengan saksi dari Jaksa Penuntut Umum, kamis (27/02/2020).

Saksi yang dihadirkan dari Jaksa Penuntut Umum pada persidangan ini berjumlah 3 (tiga) yaitu masing-masing bernama:
1.Rio Aidul Putra
2. Sandi
3. Wiwin

Saksi Rio Aidul Putra yang dalam keterangannya adalah berkapasitas melakukan partoli siber yang diperintahkan secara lisan oleh pimpinannya,

Dari pantauan langsung pada persidangan tersebut, Ketiga Saksi dicecar berbagai pertanyaan mulai dari Majelis Hakim, JPU, dan Penasehat Hukum terdakwa yang berjumlah 7 orang.

Yang menarik dari persidangan tersebut kesaksian Rio Aidul Putra menyatakan di muka persidangan bahwa ia tidak ikut melakukan penangkapan kepada terdakwa, yang menangkap adalah rekannya Arif Setiawan, namun dibantah oleh terdakwa, bahwa saksi Rio tersebut ikut menangkap bersama sama dengan Arif Setiawan.

Sementara kesaksian Sandi yang mana adalah teman Usman di persidangan, banyak tidak tau dan lupa dalam pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepadanya.

Lalu untuk saksi Wiwin yang mana ia merasa dirugikan selaku Kader PDIP Inhil yang notabenenya adalah pengusung pak presiden Joko Widodo, bahwa dalam kesaksiannya ia sempat ingin melaporkan terdakwa pada waktu itu namun keduluan diproses oleh kepolisian.

Sementara saksi Wiwin ketika ditanya Penasihat Hukum terdakwa tidak bisa menggambarkan bahwa kerugian apa yang dideritanya, lebih jauh dampak dari postingan terdakwa, Usman pun menurutnya tidak ada menimbulkan riak-riak dan saksi pun tidak pernah berkordinasi kepada PDIP pusat terkait Usman.

Salah satu pertanyaan yang mucul dari Tim Penasehat Hukum terdakwa, “Siapa yang dirugikan secara pribadi maupun golongan atas postingan terdakwa Usman?”.

Menjawab hal tersebut, saksi Wiwin mengaku ia dalam hal ini dirugikan sebagai masyarakat yang kebetulan juga sebagai kader PDIP yang rugi tenaga dan waktu telah mengusung pak Jokowi, namun dengan postingan tersebut ia dirugikan secara politik, atas status yang dibuat Usman melalui akun Facebook nya tersebut.

Selain itu, ditanyai soal gejolak yang timbul atas postingan terdakwa Usman, saksi juga mengatakan tidak mengetahui terkait gejolak yang timbul atas postingan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, salah satu Penasehat Hukum terdakwa saat di wawancarai usai persidangan selesai digelar, Zainuddin alias Acang mengatakan, dalam hal itu saksi tidak bisa menjelaskan secara pasti terkait dampak yang ditimbulkan atas postingan terdakwa.

Sidang akan dilanjutkan pada senin tanggal 2 maret 2020 jam 10.00 WIB dengan mendengar keterangan saksi tambahan JPU dan Saksi Ahli dari JPU.

 

 

 

Reporter: Evrizon

Comments