Banjir Sudah dari Dulu, Hanya Anies yang Dibully

  • Whatsapp
Warga berjalan melintasi banjir di Jalan Jatinegara Barat, Kampung Pulo, Jakarta, Kamis (2/1/2020). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta dan secara keseluruhan terdapat 169 titik banjir untuk Jabodetabek dan Banten. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

HALUANRIAU.CO, JAKARTA-Per.asalahan banjir di Jakarta memang terus terjadi, namun sudah sejak zaman awal kemerdekaan, musibah itu terjadi, hanya saat Anies Baswedan jadi Gubernur di Inu Kota itu yang terus dibully habis habisan

Hal ini.mendapatakan tanggapan dari Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain yang menyoroti pihak-pihak yang ‘menyerang’ Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal banjir.

Menurutnya, banjir terjadi hampir di seluruh wilayah Jabodetabek, namun yang diributkan hanya soal banjir di Jakarta, bahkan ada yang mengatakan bahwa solusi mengatasi banjir adalah dengan mengganti Anies.

“Jabotabek banjir yang diributkan DKI Jakarta. Ada yang bilang solusinya adalah ganti Gubernur DKI,” kata Tengku Zul lewat akun Twitternya, Senin (25/2/2020).

“Kalau begitu: ekonomi anjlok, impor banjir, APBN defisit, hukum amburadul, koruptor kabur, korupsi menggila, harga- harga tinggi, cari duit susah. Solusinya? ganti Presiden? Enak Aja Lu Ndro,” cuit @ustadtengkuzul.

Tengku Zul menyebut, jika banjir di Jakarta sudah terjadi sejak zaman kuno, namun baru di era Anies masalah banjir ini dibuat geger dan gubernur dibully habis-habisan secara terstruktur.

“Sejak Zaman Kuno Jakarta Banjir.

Zaman Belanda juga Jakarta Banjir.

Zaman Bung Karno, Zaman pak Harto, Zaman Pak Habibie, sampai Zaman pak Jokowi, Jakarta Kapan Bebas Banjir…?” tulis @ustadtengkuzul.

“Tapi paling Geger, dan Gubernurnya dibully habis-habisan secara terstruktur Baru Zaman Anies Jadi Gubernur,” ungkap Tengku Zul.

Sumber: tempo.co/eka

Comments

Pos terkait