Pembongkaran TPS Ricuh, Sejumlah Korban Terluka

  • Whatsapp
Pedagang Plaza Sukramai menolak tempat penampungan sementara di bongkar oleh satpol PP kota Pekanbaru. Pedagang merasa gedung yang baru selesai pembangunannya

HALUANRIAU.CO,PEKANBARU- Pembongkaran Tempat Penampungan Sementara di kawasan Sukaramai Trade Center Jalan Jenderal Sudirman, Selasa, (25/2), berakhir ricuh.

Sejumlah korban terluka dari kedua belah pihak yakni pedagang dan personel Satpol PP Pekanbaru. Akibat pukulan, lemparan batu yang tak diketahui siapa pelaku dan darimana sumber benda- benda itu.

Kejadian berawal dari penghadangan yang dilakukan sejumlah pedagang terhadap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Agus Pramomo, yang sedang melakukan patroli sekaligus memberikan arahan di sekitar TPS.

Karena banyaknya jumlah pedagang saat itu tiba-tiba Agus Pramono didorong dan hampir jatuh di tengah kerumunan.

Perseteruanpun mulai terjadi antara personel Satpol PP dengan para pedagang yang tetap mempertahankan agar TPS tidak dibongkar.

Ada yang memukul menggunakan kayu, ada pula pedagang yang jatuh saat bentrok terjadi.

Bahkan, sejumlah benda- benda juga beterbangan mulai dari batu pecahan aspal hingga plang bangunan yang sebelumnya terpasang di depan STC.

Pantauan di lokasi bentrok beberapa anggota Satpol PP Pekanbaru terluka di bagian tangan. Ada pula yang terkena pukulan di wajah.

Sementara di pihak pedagang ada empat orang yang terluka di bagian wajah dan kepala.

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Agus Pramono, mengatakan, tak ada personel Satpol PP yang mendorong dan memicu kerusuhan.

Bahkan Agus mengatakan, saat kejadian itu ajudan dan tujuh personel juga terkena pukulan dan lemparan di bagian wajah.

“Saya yakinkan Satpol tak ada memukul, menendang dan berucap tidak pada tempatnya. Tidak ada kita lakukan dorong mendorong. Kalau kita dorong dikarenakan ada yang memukul, saya pikir ya apa boleh buat. Kita tadi ada yang dipukul. Itu risiko,” kata Agus.

Perwakilan pedagang, Fatrizul, menyebutkan, pedagang yang luka di bagian kepala sudah dibawa ke rumah sakit. Ia menyayangkan terjadinya bentrok.

“Ada 4 pedagang yang sekarang sudah dibawa ke rumah sakit Santa Maria. Pas kejadian tadi saling dorong, tapi saya heran kenapa sampai kepalanya bocor itu yang kita sesalkan,” jelasnya.

Hingga petang hari proses penertiban masih berlanjut. Mediasi juga dilakukan antara pedagang dengan tim percepatan dan manajemen pengelola STC yakni PT. MPP.

Usai mediasi, Pemko Pekanbaru memutuskan pembongkaran TPS ditangguhkan hingga Jumat, (28/2).

“Dua hari ke depan kita tidak ada aktivitas apa-apa. Kita minta pedagang kosongkan TPS,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Selasa (25/2).

Ia menegaskan, pembongkaran akan terus berlanjut. Ia juga mengungkap, hasil mediasi tadi Kapolres Kota Pekanbaru sudah mewanti-wanti agar tidak ada lagi keributan saat pembongkaran Jumat 28 Februari 2020 mendatang.

“Pembongkaran itu tetap berlanjut. Kita beri waktu dua hari gunakan waktu maksimal untuk kosongkan kios,” tegasnya.

Kata dia, kegiatan itu bukan sekadar pembongkaran TPS, tapi juga menormalisasi Jalan Jenderal Sudirman yang kini beralih fungsi sebagai tempat parkir.

Agus Pramono, petang Selasa,(25/2), di kantornya, mengatakan, Satpol masih memberikan waktu dua hari sampai hari Jumat kepada pedagang.

” Jumat Satpol kembali datang ke lokasi TPS melihat siapa pedagang yang sebenarnya berhak menempati TPS itu karena TPS sudah bayak disewakan lagi kepada pedagang lain,” jelas Agus.

 

 

 

Reporter: Suherman

Comments

Pos terkait