Merasa Tertipu karena Investasi Bodong, Warga Kampar Lapor ke Polda Riau

  • Whatsapp
Ilustrasi Investasi Bodong.(Internet)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Kepolisian Daerah (Polda) Riau menerima pengaduan dari sejumlah warga terkait dugaan penipuan yang dilakukan sebuah perusahaan yang berkantor di Pulau Jawa. Adapun modusnya adalah mengumpulkan uang warga untuk investasi dalam hal peternakan sapi.

Aduan itu disampaikan pada Sabtu (22/2) kemarin. Terkait hal itu, dibenarkan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi, Minggu (23/2).

“Iya, sifatnya masih pengaduan. Nanti akan kita pelajari dulu,” ujar Kombes Pol Andri.

Pihaknya, kata Andri, akan memintai keterangan sejumlah orang yang menjadi korban, dan saksi. Pihaknya juga akan mengumpulkan alat bukti dalam kasus ini.

Sementara itu, Polman Sinaga selaku Kuasa Hukum dari warga mengatakan, dugaan investasi bodong itu telah berjalan sejak beberapa tahun yang lalu. Tepatnya, sejak tahun 2017.

Adapun nama investasi ini adalah sapi perah. Para korban diminta menginvestasikan sejumlah uang, tapi ternyata, sapi yang dijanjikan tidak pernah ada hingga akhirnya sejumlah warga sepakat untuk membuat laporan ke polisi.

“Kepada Polda Riau, tolong diusut tuntas, supaya hukum dan keadilan bisa dirasakan masyarakat yang kurang mampu,” ungkap Polman saat dikonfirmasi terpisah.

Untuk satu paket investasi, nilai minimalnya sekitar Rp17 juta. Sementara untuk paket investasi yang ditawarkan jumlahnya ratusan paket dengan nilai keuntungan yang dijanjikan sebesar Rp2,5 juta perpaket.

“Ada yang 150 paket, nilainya sampai ratusan juta. Korbannya masyarakat Desa Sumber Makmur, Kecamatan Tapung, Kampar,” beber dia seraya mengatakan, jumlah korban investasi yang disinyalir bodong ini mencapai 1.260 orang.

“Persoalan sekarang, CV (perusahaan, red) mereka sudah tidak ada alas hak, sudah dihapuskan oleh Satgas OJK,” sambung Polman menutup.

Dari informasi yang dihimpun, kasus investasi yang sama, juga terjadi di Ponorogo, Jawa Timur (Jatim). Beberapa orang yang merasa menjadi korbannya, juga telah melapor ke pihak kepolisian setempat.

Investasi sapi itu dikelola oleh CV Tri Manunggal Jaya. Perusahaan ini diduga melakukan penipuan kepada para mitra kerjanya dengan kedok kerja sama kemitraan dalam penggemukan sapi perah.

Adapun pemilik perusahaan itu bernama Hadi Suwito. Dia diduga melakukan wanprestasi kepada para mitra kerjanya mulai awal Januari tahun 2020. Sehingga menyebabkan kerugian ribuan mitra kerjanya yang tersebar di pelosok Indonesia.

Penulis : Dodi Ferdian

Comments

Pos terkait